PPKM Jawa-Bali Bakal Diperpanjang, Ini Alasannya

Kesbangpol Jateng

Jakarta,- Kasus Covid-19 di Indonesia masih terus melonjak akhir-akhir ini. Bahkan tembus 13-14 ribu per hari. Hal ini tentu menjadi perhatian pemerintah dan Satgas COVID-19. Diprediksi beberapa waktu mendatang, akan menembus angka psikologis 1 juta penderita COVID-19.

“Dalam beberapa minggu saja kita akan menembus angka psikologis 1 juta penderita. Oleh karenanya di beberapa tempat dilakukan kembali PSBB dan PPKM, Pembatasan Sosial Berskala Besar dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat,” kata Wakil Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Syafrizal dalam rapat dengan Kemendagri, Rabu (20/1).

Terutama bagi provinsi yang indikator terkait COVID-19 lebih buruk dari rata-rata nasional. Dari soal tingkat keterisian rumah sakit, kematian, hingga kesembuhan.

“Provinsi-provinsi yang berwarna merah atau kategori tinggi dan Jawa-Bali sudah ditetapkan untuk PPKM dan angka terakhir belum menunjukkan penurunan angka positif rate yang signifikan,” tutur Syafrizal.

Untuk itu, PPKM akan diperpanjang. Hal ini sesuai dengan keputusan rapat kabinet Selasa (20/1) sore.

“PPKM akan diperpanjang berdasar hasil rapat kabinet terbatas kemarin sore. Akan diperpanjang dua minggu ke depan setelah tanggal 25 Januari hingga 2 minggu ke depannya sampai dengan angka menunjukkan penurunan atau pelandaian,” ungkap Syafrizal.

Ia meminta kepala daerah di sejumlah daerah Jawa dan Bali untuk mempercepat upaya pemutusan penularan Covid-19. (kmp)

Sharing:

BACA JUGA :   Daftar Menu dan Harga Mie Aceh Arang Semarang, Kuliner Khas Aceh yang Rasanya Nikmat!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan