Presiden Jokowi Sampaikan 5 Poin Penting Saat Perpanjangan PPKM Darurat

ABOUTSEMARANG – Presiden Jokowi (Joko Widodo) menyampaikan bahwa pelaksanaan PPKM Darurat akan berakhir pada 26 Juli 2021 mendatang. Kendati demikian ada beberapa poin penting yang wajib dipatuhi pemerintah dan masyarakat.

Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa adanya PPKM Darurat memang menjadi kebijakan yang diambil pemerintah, meskipun itu sangat berat bagi masyarakat

Akan tetapi, atas pemberlakuan kebijakan PPKM Darurat ini terlihat angka kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan, bahkan kepenuhan bed rumah sakit juga ikut menurun.

“Kita selalu memantau memahami dilapangan, dan mendengar suara masyarakat yang terdampak PPKM, karena itu jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,” ujar Presiden Jokowi dalam kanal YouTube yang diunggah Sekretariat Negara pada malam ini Selasa 20 Juli 2021.

Dalam pernyataan tersebut ada beberapa poin penting setelah pemberlakuan PPKM Darurat yang harus diterapkan masyarakat, diantaranya:

1. Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.
2. Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen. Tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat yang peraturannya akan ditetapkan pemerintah daerah.
3. Pedagang kaki lima toko kelontong, agen atau outlet, pangkas rambut, laundry pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha kecil lainnya yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB yang pengaturan, teknisnya akan diatur oleh pemerintah.
4. Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha diruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan dengan ketat sampai pukul 21.00 WIB, maksimum untuk makan setiap pengunjung 30 menit.
5. Sedangkan kegiatan pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta serta terkait dengan protokol perjalanan akan di jelaskan secara terpisah.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengimbau warga agar selalu menaati protokol kesehatan dan menjalankan PPKM Darurat agar kasus Covid-19 di Indonesia bisa turun.

“Saya minta kita semua bisa bekerja sama, bahu membahu melaksanakan PPKM ini dengan harapan kasus akan segera turun, dan tekanan pada rumah sakit juga menurun untuk itu kita semua harus meningkatan kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan, melakukan isolasi terhadap yang bergejala dan memberikan pengobatan sedini mungkin pada yang terpapar,” papar Presiden Jokowi.

Bantuan obat gratis dan bantuan sosial lainnya juga terus diberikan untuk membantu perekonomian masyarakat Indonesia.

“Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan bergejala ringan yang direncanakan sejumlah 2 juta paket obat,” kata Presiden Jokowi.

“Untuk meringankan beban masyarakat terdampak, pemerintah mengalokasikan tambahan bantuan sosial 5,521 triliun rupiah. Berupa bantuan tunai BST, BLT Desa, PKH, juga bantuan sembako, kuota internet dan subsidi listrik diteruskan,” sambung Presiden Jokowi.

Disisi lain, Pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar 1,2 juta untuk sekitar 1 juta usaha mikro.

“Saya sudah memerintahkan kepada menteri untuk segera menyerahkan bansos tersebut kepada masyarakat yang berhak,” lanjut Presiden Jokowi.

“Saya mengajak seluruh masyarakat seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan Covid-19 ini, memang ini situasi yang sangat berat tapi dengan usaha keras kita bersama insya allah kita akan segera terbebas dari Covid-19 dan kegiatan masyarakat bisa kembali normal,” pungkas Presiden Jokowi. (ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan