PT KAI Kaji Kenaikan Tarif Tiket Kereta Api, Janji Tidak Terlalu Besar dan Terjangkau

ABOUTSEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (persero) sedang melakukan kajian terkait kenaikan tarif tiket kereta api akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

VP Pubic Relations PT KAI, Joni Martinus mengatakan jika perubahan tarif BBM mempengaruhi komponen biaya operasional KAI.

“Sedang Dikaji (kenaikan tarif tiket kereta api),” ujar Joni saat dihubungi, baru-baru ini.

Namun demikian, Joni mengatakan, pihaknya berupaya agar tarif baru kereta api tidak akan naik terlalu besar dan mampu dijangkau masyarakat.

“KAI akan berupaya agar penyesuaian tarif tiket kereta tidak akan terlalu besar sehingga tetap sesuai dengan kemampuan masyarakat,” ujarnya.

Secara terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dampak kenaikan harga BBM pada moda transportasi laut, udara, dan kereta api kelas ekonomi tidak terlalu signifikan, namun kajiannya tetap dilakukan dan diumumkan dalam waktu dekat.

“Untuk transportasi udara, saat ini kami melihat tren penurunan harga tiket pesawat di waktu-waktu tertentu. Ini menjadi hal yang menggembirakan sesuai dengan harapan kita bersama,” kata Budi dalam keterangannya, Senin (5/9/2022).

Sebelumnya, Pemerintah menentukan harga BBM jenis Pertalite sebesar Rp 10.000 per liter dari sebelumnya Rp 7.650 per liter, sedangkan harga Solar naik menjadi Rp 6.800 dari Rp 5.150 per liter.

Sementara harga Pertamax naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

(ard)

Sharing:

BACA JUGA :   Jadwal Kedatangan KA Kaligung Semarang-Tegal Sampai Cirebon Hari Ini

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan