Puluhan Pengasong di Terminal Tegal Lulus Kejar Paket dan Bebas Buta Aksara Berkat Lembaga Ini

ABOUT SEMARANG, TEGAL – Lembaga Pendidikan Sakila Kerti Tegal yang dirintis dan dipimpin Dr. Yusqon menggelar acara Pelepasan Akhir Tahun 2024 di Terminal Kota Tegal, Sabtu (08/06/24). Pelepasan akhir tahun dilaksanakan untuk Tingkat TK-RA angkatan 12 sebanyak 50 peserta, Kejar Paket A, B,C angkatan 7 sebanyak 39 peserta dan Buta Aksara Pengasong angkatan 8 sebanyak 28 peserta.

“Paket A,B,C itu menjadi target kami. Harus tetap semangatlah pembelajarannya. Karena mencari mereka yang mau belajar sampai lulus itu yang susah,” kata Yusqon.

Acara pelepasan dihadiri Pj Wali Kota Tegal Dadang Somantri, penulis dan pegiat literasi Maman Suherman dan mantan aktris Yessy Gusman, perwakilan Kemendikbudristek, perwakilan Perpusnas RI dan perwakilan Kemenko PMK.

Keberadaan Lembaga Pendidikan Sakila Kerti mendapat apresiasi Pj Wali Kota Tegal Dadang Somantri. Dadang menilai, keberadaan Sakila Kerti menjadi solusi mereka yang tidak bisa masuk ke pendidikan formal karena keterbatasan waktu untuk bekerja dan membantu orang tuanya.

“Dengan Sakila Kerti ini di ruang-ruang kosongnya dia diberikan untuk belajar disini. Tadi yang buta aksara sekarang sudah bisa membaca, ini kan luar biasa. Saya merinding ini, saya betul-betul bangga ada Sakila Kerti disini semoga bisa menginspirasi kelompok-kelompok yang lain,” ujar Dadang.

Dadang menuturkan, sejumlah tamu undangan yang hadir menyebut Sakila Kerti satu-satunya di Indonesia yang mampu menjadi wadah literasi kelompok masyarakat yang tidak memiliki waktu untuk mengenyam pendidikan formal di antaranya para pengasong dan pedagang di Terminal.

“Mudah-mudahan dari hari ini kedepan kita akan mempercepat pengurangan angka-angka putus sekolah. Wajib belajar yang sekarang dinaikan dari 12 ke 13 tahun ini memberikan dasar untuk sekali lagi untuk Indonesia Emas 2045,” terang Dadang.

BACA JUGA :   Jamin Keamanan dan Ketertiban Kampanye Terbuka, Polres Tegal Siagakan Dua Pasukan Khusus

Senada juga disampaikan penulis dan pegiat literasi Maman Suherman terhadap keberadaan Sakila Kerti. Maman menilai, apa yang dilakulan Yusqon dengan Sakila Kertinya mampu menyatukan pemangku kepentingan yang terkait yang disebut pentahelix.

“Hadirnya dukungan dari pemerintah Kemenko PMK, Perpustakaan Nasional, Perguruan Tinggi, dunia usaha serta industri dan dari Media Massa terhadap acara Pelepasan Akhir Tahun Sakila Kerti diharapkan bukan sekedar seremoni namun bisa menjadi gerakan literasi yang berkesinambungan,” kata Maman.

Maman berharap, mereka yang telah menyelesaikan pendidikan non formal di Sakila Kerti bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke Pondok Pesantren.

“Karena bagi saya gerakan literasi tidak boleh hanya sekedar wisuda lalu selesai,” pungkas Maman.***

TK-RA Sakila Kerti usai mengikuti acara Pelepasan Akhir Tahun di Terminal Kota Tegal, Sabtu (08/06/24). (Foto: Afeld Ramadhan)

Penulis: Afeld Ramadhan

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan