Ratusan KK Antre Rusunawa, Disperkim Kota Semarang Wajibkan Pengembang Bangun Rumah Tipe RSS

ABOUTSEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mewajibkan para pengembang membangun rumah tipe sangat sederhana agar menjangkau lapisan masyarakat menengah ke bawah.

“Jadi masalahnya itu orang yang di Semarang, dari hinterland masuk ke Kota Semarang, bekerja. Antara orang yang punya rumah dan orang yang tidak punya rumah itu jenjangnya banyak,” kata Sekretaris Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, Kamis (7/9).

Hingga saat ini, dia mengakui, memang penyediaan rumah di Kota Semarang masih belum terpenuhi. Alhasil, ratusan keluarga mengantre untuk bisa tinggal di rumah susun sewa (rusunawa) milik Pemkot Semarang. Namun warga diprioritaskan tinggal di rusunawa adalah warga lokal.

Namun, persoalan yang biasanya terjadi di lapangan adalah tradisi turun temurun. Pihaknya berencana menggodok aturan baru terkait jangka waktu tinggal di rusunawa.

“Kami juga mengajukan usulan pembangunan Rusunawa Mangunharjo ke pemerintah pusat dan sejauh ini sudah pada tahap pematangan lahan,” tuturnya.

Dia mengakui, pembangunan rusunawa baru diharapkan bisa mencukupi kebutuhan tempat tinggal bagi warga Kota Semarang kurang mampu.

“Kami sedang mengajukan Mangunharjo. Komitmen dengan pusat, untuk pematangan lahan kan butuh waktu ya, antara 1-2 tahun. Tahun ini masih pematangan lahan,” bebernya.

Dia mengatakan saat ini Disperkim tengah mendata aset pemerintah kota berupa rumah yang bisa diisi oleh warga yang mengantre tinggal di rusunawa.

Di sisi lain, pihaknya juga mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yaitu “Tuku Lemah Oleh Omah”. Menurutnya, program ini sangat membantu untuk mengentaskan warga yang belum memiliki rumah.

BACA JUGA :   Kebakaran Rumah di Tandang, Semarang, Nenek 90 Tahun Tewas Terjebak Api

“Karena kalau punya tanah, nanti dibangunkan sama provinsi, itu mengurangi okupansi di rusun,” tandasnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan