Menolak Dikarantina, Remaja Asal Thailand Cerburkan Diri ke Sungai

Aboutsemarang.Id,- Hampir semua negara memberlakukan aturan karantina atau isolasi bagi masyarakatnya yang dinyatakan terpapar Covid-19.

Masyarakat mau tidak mau harus mematuhi kebijakan tersebut demi menekan laju pertumbuhan Covid-19 di suatu negara.

Kendati demikian, ada seorang pria yang nekat menceburkan diri ke sungai lantaran menolak untuk dikarantina di rumahnya pada Selasa 25 Mei 2021 waktu setempat. Kejadian ini dialami Anuchit Imjai, remaja pria asal Thailand yang kini berusia 19 tahun.

Melansir dari Bangkok Post, Sang ibu, Udomsri Kachonklin (40 tahun), menangis di tepi sungai Nan, di distrik Muang. Ia tak percaya sang anak melakukan tindakan tersebut.

Udomsri bercerita bahwa putranya pada Sabtu lalu baru saja kembali dari Bangkok sehingga keluarga dan relawan kesehatan setempat memintanya untuk tinggal di rumah dan karantina mandiri selama 14 hari.

Namun karena Anuchit merasa tidak betah harus berlama-lama menjalani karantina, ia akhirnya nekat menceburkan diri ke sungai Nan dekat dengan rumah mereka.

“Setelah dua hari di karantina, Anuchit menyerah pada Senin malam. Dia berkata ingin bertemu teman-temannya,” kisah ibunya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Rabu 26 Mei 2021.

Sebelumnya pihak keluarga telah mencoba menghentikan Anuchit untuk tidak keluar rumah dan terjadi pertengkaran antara mereka.Anuchit pun mengeluh lantaran tidak ada keluarga yang mencintainya.

Dia kemudian berlari ke arah sungai sambil berteriak akan bunuh diri. Udomsri mengatakan ia berusaha mengejar putranya dan berhasil menangkapnya. Tetapi putranya itu meronta melepaskan diri.

Saat Udomsri terjatuh, putranya itu dengan cepat menceburkan diri ke sungai. Saat itu hanya bisa melihat tanpa daya. Anaknya menghilang ditelan sungai dan tidak muncul kembali.

Hingga berita ini diturunkan, remaja laki-laki itu masih belum ditemukan, sementara petugas penyelamat terus melakukan pencarian. ***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan