Resmi Ditahan, Mario Dandy dan Shane Terancam 12 Tahun Penjara

ABOUTSEMARANG – Mario Dandy Satriyo (20) dan Shane Lukas (19), tersangka penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora (17), resmi menjadi tahanan di Rumah Tahanan Cipinang usai dilimpahkan dari Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan pada Jumat (26/5).

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut pihaknya akan menyempurnakan surat dakwaan untuk dua tersangka penganiayaan terhadap David Ozora, Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas. Dakwaan tersebut akan segera dilimpahkan ke PN Jaksel untuk disidangkan.

Syarief mengatakan, keduanya didakwa pasal penganiayaan berat dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Untuk pasal yang didakwakan sudah disebutkan di Kejati, yaitu didakwa Pasal 355 Ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1. Pokoknya pasal penganiayaan berat dengan rencana,” kata Syarief di Kejari Jaksel, Jumat (26/5).

Berikut bunyi pasal tersebut:
(1) Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

Dalam persidangan kasus ini nanti, akan ada 12 Jaksa yang akan terlibat. Di antaranya adalah jaksa yang pernah menangani kasus Ferdy Sambo.

“Tanggal 26 Mei 2023, kami menerima pelimpahan perkara dari penyidik yaitu atas nama tersangka MDS dan SL. Ini merupakan lanjutan dari perkara anak bermasalah pada hukum yang sudah kita sidangkan, yaitu AG,” ungkap Syarief.

“Dua tersangka sudah kita terima dan sudah dilakukan pemeriksaan secara formil dan saat ini penahan telah beralih ke JPU selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas 1 Cipinang,” sambungnya.

BACA JUGA :   Polisi Sebut Kematian Peserta Diklat Menwa UNS Karena Mati Lemas Akibat Kekerasan

Ada pun dalam perkara penganiayaan ini, polisi menetapkan 3 orang sebagai tersangka. Yakni Mario Dandy (20), Shane Lukas (19) dan perempuan A (15).

Dalam kasus ini, Mario dijerat dengan Pasal 355 KUHP ayat 1 subsider Pasal 354 ayat 1 KUHP subsider 535 ayat 2 KUHP, subsider 351 ayat 2 KUHP. Penyidik juga mengenakan Mario pasal 76c Jo 80 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Sementara Shane dijerat Pasal 355 ayat 1 Jo Pasal 56 KUHP, subsider 354 ayat 1 Jo 56 KUHP, subsider 353 ayat 2 Jo 56 KUHP, subsider 351 ayat 2 Jo 76c Undang-Undang Perlindungan Anak.

Pada kasus ini polisi juga menetapkan remaja perempuan berinisial AG sebagai anak yang berkonflik dengan hukum. AG telah divonis 3,5 tahun penjara oleh majelis hakim PN Jakarta Selatan. Pihak AG dan JPU mengajukan sempat mengajukan upaya banding, tetapi ditolak. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan