Ribuan Orang Hadiri Haul Ke-13 KH Masruri Mughni

ABOUT SEMARANG, BREBES – Ribuan umat dari berbagai penjuru daerah menghadiri Haul Ke-13 KH Masruri Mughni di Pondok Pesantren Al-Hikmah 2, Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes pada Minggu (7/7). Mantan Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj mengajak umat meneladani almarhum KH Masruri Mughni dalam kehidupan sehari-hari.

“Kiai Masruri itu alim, fakih, dan mempunyai perilaku adab yang sangat tinggi bersamaan dengan sifat ketawaduan yang luar biasa,” kata Kiai Said dalam tausiyahnya. Beliau juga menyatakan kebanggaannya bahwa meskipun Kiai Masruri telah wafat dan dimakamkan di Jannatul Baqi’ Kota Suci Madinah, nilai-nilai keteladanan, adab, akhlak, dan ilmu beliau terus dilanjutkan oleh putra-putrinya.

Kiai Said juga menekankan pentingnya menjaga tradisi pesantren yang kaya akan khazanah keilmuan. Menurutnya, pesantren memiliki kekayaan sosial, kultural, dan simbolik yang tidak dimiliki oleh agama lain. “Kekayaan ilmu ini hanya ada di dalam Islam dan hanya di pesantren,” ujarnya.

Didampingi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah 2, KH Sholahuddin Masruri (Gus Sholah), Kiai Said sempat berdoa selama 30 menit di kamar pribadi Almarhum KH Masruri Mughni.

Haul Meriah

Haul Ke-13 KH Masruri Mughni berlangsung meriah dengan tahlil yang dipimpin oleh salah satu putra Kiai Masruri, KH Ahmad Izzuddin Al-Hafidz, serta doa dari para tokoh agama seperti Habib Amin Karanglewas Banyumas dan KH Hudalloh Karim.

KH Sholahuddin Masruri menyatakan bahwa upacara haul ini merupakan bukti kecintaan para santri dan masyarakat terhadap Almarhum KH Masruri. “Ribuan hadirin yang hadir merupakan bukti bahwa Almarhum Abah Masrur dicintai oleh banyak santri dan masyarakat,” kata Gus Sholah.

BACA JUGA :   Ini 9 Fly Over dan Underpass Megah di Jawa Tengah yang Diinisiasi Ganjar Pranowo

Ketua Panitia Haul KH Sulkhi Aziz MPd menjelaskan bahwa rangkaian acara haul dimulai dengan khitanan massal yang diikuti 100 peserta, Halaqah Metodologi Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama, simakan Al-Qur’an oleh JQH Kabupaten Brebes, serta pertemuan alumni dengan dzuriyyah Al Hikmah 2.

Acara puncak haul pada 8 Juli 2024 dihadiri oleh Pengurus MUI Jawa Tengah, FKUB Jateng, YPI Nasima Semarang, RSI Sultan Agung Semarang, PWNU Jateng, dan para pejabat pemerintah tingkat Jawa Tengah dan Kabupaten Brebes.

Sebagai informasi, KH Masruri wafat di Rumah Sakit Al-Anshor, Madinah pada Ahad, 20 November 2011 pukul 00.15 Waktu Arab Saudi atau pukul 04.15 WIB. Beliau meninggal dunia pada usia 68 tahun setelah menyelesaikan ibadah haji di Makkah dan dimakamkan di Jannatul Baqi’ Kota Suci Madinah. ***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan