Ringankan Beban, Pemkot Semarang Salurkan Bantuan kepada 700 Warga Terdampak Rob di Tambak Lorok

ABOUTSEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyalurkan bantuan tahap pertama kepada 700 kepala keluarga (KK) terdampak banjir rob di kawasan Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara.

Pasalnya pada pukul 02.00 dini hari, banjir rob tiba-tiba melanda kawasan perkampungan di 9 RT yang ada di RW 15 Tambak Lorok.

Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu menjelaskan banjir rob kali ini berbeda dengan banjir rob yang kerap dialami warga Tambak Lorok. Jika biasanya banjir rob hanya sekitar 30 sentimeter dan hanya menggenangi jalanan kampung saja, namun semalam, banjir rob sampai masuk ke rumah warga dengan ketinggian hingga 75 sentimeter.

“Rob nya yang kali ini luar biasa sampai masuk rumah warga dengan ketinggian sekitar 75 sentimeter. Maka dari Pemkot Semarang berikan bantuan untuk tahap pertama yakni berupa beras dan sembako lainnya untuk 700 KK yang terdampak,” kata Ita, sapaan akrabnya, saat meninjau rumah warga di RW 15, Jumat (2/12).

Ita menyampaikan selain bantuan sembako yang diberikan pada hari ini melalui Dinas Ketahanan Pangan dan anggota Komisi V DPR RI, Herviano, Pemkot Semarang akan mengeluarkan bantuan sosial tidak terduga (BTT) yang akan diberikan kepada warga terdampak di Tambak Lorok.

Sama seperti BTT yang diberikan kepada warga terdampak banjir di Ngaliyan dan Tugu beberapa waktu lalu, BTT juga akan dicairkan untuk warga Tambak Lorok karena banjir rob yang terjadi tidak seperti biasanya.

“Banjir rob kali ini memang luar biasa parah karena beberapa rumah warga sampai terendam ada kasur, kulkas ikut terendam, maka BTT akna kita cairkan. Memang dari ramalan BMKG terjadi gelombang tinggi pada 30 November hingga 2 Desember,” jelasnya.

BACA JUGA :   Pemkot Semarang Luncurkan SIKER Hingga ATM Pencari Kerja Untuk Tekan Angka Pengangguran

Plt Camat Semarang Utara, Margo Hariyadi menjelaskan warga yang paling banyak terdampak adalah mereka yang tinggal di muara bekas Kali Banger dan Banjir Kanal Timur.

Meski demikian, warga terdampak memang tidak mau pindah dari rumahnya yang terendam karena mereka yakin air rob akan segera surut.

“Kalau tadi pagi memang masih menggenang sampai di dalam rumah tapi siang ini sudah surut tinggal yang di jalan kampung saja. Semoga besok tidak ada lagi hingga setinggi ini,” ucap Margo. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan