RSI Sultan Agung Menyapa Santri: Dirut Gembleng Ribuan Santri Al-Hikmah 2 untuk Jadi Ilmuwan Muslim

ABOUT SEMARANG, BREBES – Direktur Utama Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang, Prof. Dr. dr. Agung Putra MSi Med, memberikan motivasi kepada ribuan santri di Pondok Pesantren Al-Hikmah2, Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes. Acara ini merupakan bagian dari kunjungan dalam rangka Haul Ke-13 almaghfurlah KH Masruri Mughni dan keluarga besar pondok pesantren.

Prof. Agung Putra, yang hadir didampingi oleh istrinya, Direktur Umum dan Keuangan Hj. Munadharoh SE MM, serta Manajer Humas dan Kemitraan Sri Wahyuni SS MM, disambut dengan hangat oleh pengasuh pondok, KH Sholahudin Masruri (Gus Sholah), jajaran pengajar, dan para santri.

Dalam acara bertajuk “Dirut RSI Menyapa Santri”, Prof. Agung memberikan ceramah yang menginspirasi para santri.

Dalam ceramahnya, Prof. Agung menekankan pentingnya memuliakan ilmu dan menjadi ilmuwan muslim yang unggul. Beliau juga mendorong para santri untuk menjadi enterpreneur yang dapat mengendalikan dunia.

Selain itu, Prof. Agung menjelaskan mengenai kehebatan teknologi stem cell sebagai opsi terapi regeneratif untuk penyakit kronik metabolik dan teknologi genomik yang dapat memprediksi panjang telomer serta kaitannya dengan sisa umur manusia.

Para santri yang memadati Masjid An-Nur dengan antusias mendengarkan ceramah Prof. Agung.

Ia juga berbagi cerita tentang perjalanan pendidikannya di Kanada yang disampaikan dengan menarik dan atraktif, memberikan semangat kepada para santri untuk menguasai bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya, membaca artikel ilmiah internasional, dan gigih dalam berinovasi.

“Kegigihan dan kehebatan ilmuwan Indonesia tidak kalah dengan ilmuwan luar negeri, bahkan orang Indonesia lebih hebat dan cerdas”, tuturnya.

BACA JUGA :   Daftar Minuman Favorit di Gerai Lawson Semarang yang Wajib Dicoba Kesegarannya!

Prof Agung Putra, dalam sambutannya, mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi yang diperkenalkan oleh Gus Sholah di Pondok Pesantren Al Hikmah Brebes.

Inovasi tersebut berupa kurikulum yang berfokus pada peningkatan keterampilan di bidang barista kopi, yang diterapkan di sekolah menengah atas dan kejuruan di pesantren tersebut.

Menurut Prof Agung, langkah ini merupakan terobosan penting dalam pendidikan keterampilan yang dapat membuka peluang baru bagi para siswa.

“Inovasi kurikulum ini luar biasa! Kita harus bekerja keras untuk menjadikan diri kita sebagai inovator, bukan hanya sebagai user atau follower untuk bersaing di dunia”, katanya dengan penuh semangat memotivasi para santri dan santriwati.

Motivasi yang disampaikan Guru Besar FK Unissula itu pun banyak mengundang animo para santri dan santriwati untuk bertanya terkait keilmuan di bidang stem cell, dan bagaimana menjadi seorang cendekiawan muslim yang sukses di bidang sains dan teknologi.

Di akhir sambutannya Prof Agung kembali memberikan nasihat,

“Jadilah seorang ilmuwan sekaligus enterpreneur yang mampu menguasai dunia, keluarlah dari zona nyaman kalian, dan lakukan pekerjaan-pekerjaan yang luar biasa”.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan