Saat Belajar Tatap Muka di Kota Semarang, Siswa Dilarang Jajan di Sekolah

ABOUTSEMARANG – Pelaksanaan belajar tatap muka yang berlangsung mulai Senin (30/3), harus dibarengi dengan edukasi mengenai protokol kesehatan ketat bagi para siswa.

Salah satunya adalah mereka dilarang berkerumun dan jajan di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, mengatakan hal utama dalam pelaksanaan belajar tatap muka terbatas yaitu mengedukasi siswa agar sadar dan paham bahwa protokol kesehatan ketat harus dilaksanakan.

Penerapannya harus dimulai sejak dari rumah, hendak berangkat ke sekolah, saat berada di sekolah, hingga kembali ke rumah. Siswa juga dilarang berkumpul dan jajan di lingkungan sekolah.

”Kalau larangan berjualan, Disdik hanya memiliki kewenangan bagi kantin sekolah. Sementara untuk penjual di luar sekolah, kami hanya mampu menekankan SOP prokes saja, yakni tidak diperbolehkan berkumpul dan jajan di luar sekolah,” ujar Kadisdik dikutip dari Suara Merdeka, Senin (30/8).

BACA JUGA: Wali Kota Semarang Minta Masyarakat Jangan Menyerah “Berburu” Vaksinasi

Namun, detail pelaksanaan dan penerapan SOP protokol kesehatan diserahkan kepada masing-masing sekolah. Ternyata, diketahui ada sekolah yang memperbolehkan siswanya membawa bekal makan dan minum.

Kegiatan tersebut diperbolehkan dengan durasi selama 15 menit di selasela pembelajaran di kelas. Dengan catatan, para siswa tidak boleh berkerumun, makan bekal di meja masing-masing serta tidak diperbolehkan untuk tukar-menukar bekal makanan dan minumannya.

Selain itu, kegiatan membawa makan minum dari rumah harus seizin dan mendapatkan pengawasan dari guru kelasnya.

Menurut Gunawan, hanya saja rata-rata jarang sekolah yang memberikan kesempatan tersebut karena memang selama penerapan belajar tatap muka terbatas tidak ada jam istirahat.

”Seperti diketahui, larangannya hanya berupa jajan di kantin sekolah maupun luar sekolah. Kalau orangtua membekali makanan dan minuman dari rumah, masih diperbolehkan. Saat pembelajaran, diberi kesempatan jeda untuk makan dan minum di kelas,” terang dia.

Sementara itu, Kepala SDN Pekunden, Abdul Khalik, menyampaikan, pihaknya melalui Koordinator Satuan Pendidikan (Korsatpen) Kecamatan Semarang Tengah memiliki panduan dalam menerapkan SOP protokol kesehatan saat PTM terbatas berlangsung.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan