Sambut Tahun Baru Imlek, Kampung Pecinan Semarang Mulai Dihias dengan 500 Lampion

ABOUTSEMARANG – Empat hari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili, kawasan Pecinan Semarang sudah penuh dengan kegembiraan.

Sekitar 500 lampion berwarna-warni menghiasi penyambutan Tahun Naga Kayu.

Bahkan, gerbang masuk Pecinan turut dihias indah. Serangkaian lampion menambah keceriaan sepanjang Gang Warung hingga Gang Baru.

Keberadaan lampion-lampion yang tergantung menambah semarak perayaan Imlek yang akan diadakan pada Minggu (10/2).

“Lampion-lampion sudah mulai dipasang. Ada 500 di sana, kalau megah tidak yang penting meriah,” kata Ketua Komunitas Pecinan (Kopi) Semawis Semarang, Harjanto K Halim, Selasa (6/2).

Sejumlah klenteng juga melakukan perbaikan untuk mempercantik bangunan.

Tanda-tanda perayaan Imlek muncul ketika upacara mengetuk pintu diadakan di Klenteng Tay Kak Sie pada hari Sabtu (3/2).

Suasana Imlek semakin terasa ketika sudut-sudut dinding diberikan sentuhan keindahan dengan mural bertema kehidupan di Kawasan Pecinan.

Aktivitas masyarakat di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah, juga menjadi pertanda menyambut kedatangan Imlek yang semakin dekat.

Pasar Gang Warung pun menjadi lebih ramai dengan aktivitas jual beli dibanding sebelumnya.

Pedagang mulai menawarkan berbagai barang khas Imlek, seperti dupa, lilin, amplop angpao, hiasan dinding, pohon, dan bunga khas Imlek. Termasuk kue keranjang yang sangat diminati oleh warga Tionghoa.

Perayaan Imlek tahun ini akan diadakan dengan semangat yang tinggi, seperti terlihat dalam lomba kebersihan dan kerapian lingkungan serta rumah khusus bagi warga Pecinan Semarang.

Partisipasi masyarakat terlihat antusias dalam menyambut Imlek dengan mengubah kawasan kumuh menjadi lebih teratur.

Ini bertujuan untuk menghilangkan kesan kumuh di benak masyarakat saat melintasi sudut-sudut gang di kampung orang Tiongkok tersebut.

BACA JUGA :   Disambut Positif, Pemkot Semarang Tangani Krisis Pangan dengan Program Pendamping Beras

Harjanto mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat mulai tumbuh akan pentingnya kebersihan dan kerapian melalui lomba hias rumah masing-masing.

“Kami juga melihat ada tembok-tembok kotor daerah-daerah kumuh, kalau dibetulkan terus dipakai lagi tidak ada faedahnya. Jadi dibersihkan kemudian digambar membuat lebih indah dan tidak kumuh lagi, bisa jadi spot-spot foto,” ujarnya.

Salah satu elemen dekoratif di perempatan Jalan Gambiran dan Gang Pinggir adalah Tugu Putih yang dihias sesuai dengan tema shio tahun ini.

Masyarakat setempat akrab menyebutnya sebagai Tugu Gambiran, yang kini terlihat memukau dengan ornamen berupa lilitan naga raksasa berwarna merah muda.

“Nanti di Tugu Gambiran juga akan dipasang lampion naga melingkari Tugu, dan lampion warna pink,” ujarnya.

Dia berharap, kegelisahan akan kebersihan dan kerapian Pecinan merupakan kunci yang harus direspon semua pihak.

Termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang berencana akan merevitalisasi Kawasan Pecinan.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan