Sering Merasa Nge-blank dan Nggak Fokus? Ini Loh Ternyata Sebabnya

ABOUTSEMARANG – Pernah tidak merasakan tiba-tiba nge-blank dan sulit mengingat sesuatu saat tengah beraktivitas? Nah, yang sahabat perlu ketahui bahwa peristiwa itu biasanya terjadi seiring bertambahnya usia.

Namun, apabila sahabat merasakan kondisi tersebut di mana Anda sulit berkonsentrasi atau menuangkan pikiran dalam kata-kata yang umum dikatakan sebagai kondisi nge-blank.

Maka, mungkin saja sahabat mengalami apa yang disebut kabut otak atau brain fog loh. Lalu, apa sih kabut otak atau brain fog itu? Seperti apa gejalanya?

Berikut ini penjelasan terkait kabut otak atau brain fog menurut nerupsikolog Kamini Krishnan.

Nerupsikolog Kamini Krishnan menerangkan bahwa kabut otak adalah serangkaian gejala kognitif seperti:

  • Sulit fokus
  • Sulit memusatkan perhatian
  • Sulit mengingat detail yang sudah dikenal
  • Waktu reaksi dan pemrosesan informasi yang lambat
  • Sering nge-blank.

Dalam hal itu, Kamini juga mengatakan bahwa kabut otak atau brain fog bukanlah suatu masalah yang terjadi dalam memori. Tapi berkaitan dengan kondisi memperoleh dan memelihara informasi yang benar.

“Kondisi ini bukanlah masalah dalam memori tetapi masalah dalam memperoleh dan memelihara informasi yang benar,” katanya.

Sementara itu, kabut otak atau brain fog sendiri dapat terjadi saat respon sistem kekebalan tubuh memicu peradangan di otak.

Ketika peradangan itu terjadi, hal tersebut dapat menyebabkan penyumbatan sementara dalam memproses informasi.

Kabut otak atau brain fog juga bisa disebabkan oleh stress kronis, perubahan hormonal atau ketidakseimbangan gula darah.

“Kabut otak adalah semacam manifestasi dari beberapa jenis peradangan atau respons stres kronis,” jelas Kamini.

BACA JUGA :   Waspada Microsleep Kenali Tanda-tandanya, Sopir Vanessa Angel Diduga Mengantuk Saat Berkendara

“Stres kronis dapat memiliki efek sekunder. Hal ini memengaruhi tidur, nutrisi, dan kemampuan fisik Anda. Masalah sekunder tersebut dapat menyebabkan atau dikaitkan dengan gangguan kejiwaan,” imbuhnya.

Diketahui pula bahwa ada beberapa penyakit atau kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan kabut otak atau brain fog tersebut, di antaranya:

  1. Depresi dan Anxiety

Depresi dan kecemasan (anxiety) dapat menyebabkan peradangan saraf yang disebabkan oleh aktivasi konstan jalur adrenal hipotalamus hipofisis penderita.

Sementara saat penderita merasa depresi dan cemas, maka tubuh akan mengeluarkan respon fight atau flight. Apabila respon itu terjadi secara konstan, maka hal tersebut dapat meningkatkan peradangan.

Terkait kabut otak atau brain fog yang disebabkan depresi dan kecemasan, gejalanya yaitu seperti kelelahan terus menerus atau rasa tidak enak badan secara umum.

  1. Kadar Gula Darah

Apabila Anda memiliki gula darah rendah (hipoglikemia), Anda dapat merasa pusing, pusing, berkabut atau gugup dan tidak dapat berkonsentrasi.

Hal ini terutama berlaku pada penderita diabetes jika tubuh mereka menghasilkan terlalu banyak insulin. Terkadang, Anda bahkan bisa mengalami kadar gula darah rendah setelah makan.

Terkait dengan kadar gula darah yang rendah, itu dapat memicu peradangan sehingga bisa menyebabkan munculnya kabut otak atau brain fog.

  1. Kondisi Autoimun

Beberapa kondisi autoimun juga terkait dengan kabut otak, termasuk:

    • Lupus.
    • Sindrom kelelahan kronis.
    • Sklerosis ganda.
    • Fibromyalgia.

“Serangan yang berkepanjangan pada sistem kekebalan cenderung berdampak pada fungsi otak seseorang,” kata Kamini.

  1. Sensitivitas Makanan

Beberapa kepekaan terhadap makanan juga dapat menyebabkan kabut otak atau respons peradangan terkait.

Itu tadi informasi terkait kabut otak atau brain fog yang sering terjadi pada setiap orang namun mungkin saja sering tidak disadari. Semoga bermanfaat.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan