Simak Lur! Kini Warga Semarang Bisa Mengurus Dokumen di Akhir Pekan, Ini Jam Bukanya

ABOUTSEMARANG – Warga Semarang kini bisa mengurus dokumen di akhir pekan hingga malam hari lur.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Semarang telah membuka pelayanan pengurusan dokumen pada akhir pekan dan melam hari.

Untuk pelayanan diketahui dibuka di seluruh kantor Kecamatan yang berjumlah 16 di Kota Semarang.

Terkait pembukaan pelayanan di akhir pekan tersebut, memang ditujukan bagi masyarakat yang memang hanya bisa mengurus dokumen di luar hari kerja.

Sementara itu, pelayanan dibuka mulai pukul 07.30-13.00 WIB kemudian dilanjut pukul 19.00-22.00 WIB.

Lantas apa saja jenis pelayanan yang bisa diurus di akhir pekan hingga malam hari? Simak daftarnya  berikut ini.

  • Pelayanan Administrasi Kecamatan
  • Pelayanan Administrasi Kelurahan
  • Pelayanan Administrasi Kependudukan
  • Pelayanan Kesehatan Pembayaran PBB – Perpustakaan Keliling
  • Pelayanan Digitalisasi Arsip Keluarga
  • Pelayanan Perizinan Usaha (OSS-RBA, SPP-IRT)
  • Pelayanan Konsultasi Pendirian & Pembinaan Koperasi
  • Pelayanan Konsultasi Pengembangan UMKM Bazar UMKM Pelayanan Informasi Pertahanan (di kantor BPN Kota Semarang)
  • Pelayanan Informasi Tenaga Kerja

Terkait kebijakan baru mengenai pelayanan tersebut, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita) mengatakan pelayanan akhir pekan digelar pada hari Sabtu pekan pertama setiap bulan.

Hal itu untuk mengoordinir pelayanan bagi warga yang hanya bisa mengurus dokumen-dokumen di luar hari kerja.

“Ada acara pelayanan terpadu akhir pekan dan malam hari. Ini salah satu upaya Pemkot melayani masyarakat. Kita tahu masyarakat kita tidak semua bisa mengurus dokumen di hari kerja atau vaksin atau cek kesehatan, sehingga di acara kegiatan ini selain pelayanan terpadu pengurusan dokumen bisa juga vaksin, cek kesehatan,” kata Ita, Sabtu, 4 Maret 2023.

BACA JUGA :   Dua Taruna AMNI Semarang Meninggal Dunia Usai Tabrak Pohon

Ita menjelaskan tiap kecamatan juga menggelar berbagai kegiatan ketika ada pelayanan akhir pekan untuk menarik minat atau kesadaran masyarakat.

“Contoh di Pedurungan ada lomba membuat empon-empon, buat jamu-jamuan. Ada UMKM, tadi sempat mengicip kudapan untuk anak stunting, harapan stunting nol persen di Kota Semarang. Anak-anak ini bagaimana dapat asupan gizi cukup,” jelas Ita.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan