Simak! Wakil Menteri Keuangan Ungkap Alasan Rafael Alun Trisambodo Hanya Dicopot dari Jabatan

ABOUTSEMARANG – Usai pencopotan jabatan Rafael Alun Trisambodo (RAT) dari jabatannya di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkap pencopotan jabatan ini dilakukan untuk mempermudah proses pemeriksaan.

“Mengenai status dari saudara RAT yang bersangkutan per kemarin kita copot dari jabatannya, tetap ASN, yang berarti tetap terikat dengan seluruh kode etik, seluruh disiplin, seluruh aturan administratif ASN,” kata Suahasil dalam jumpa pers dari Kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak secara virtual, Jumat (24/2).

“Pencopotan jabatan ini untuk memudahkan pemeriksaan secara intensif terhadap yang bersangkutan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar Rafael Alun Trisambodo dicopot dari jabatannya. Hal ini merupakan buntut kasus anaknya, Mario Dandy Satryo yang terlibat dalam aksi penganiayaan dan kerap menampilkan gaya hidup mewah di media sosial.

Sri Mulyani mengatakan, dasar dari pencopotan Rafael yaitu Pasal 31 ayat 1 PP 94 Tahun 2021 mengenai Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Saya ingin menyampaikan status saudara RAT pejabat di lingkungan Dirjen Pajak. Mulai hari ini RAT dicopot dati tugas dan jabatannya. Dasar dicopot 31 pasal PP mengenai disiplin Pegawai Negeri Sipil,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Jumat (24/2).

Sri Mulyani juga meminta Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan mengecek harta kekayaan yang dimiliki Rafael Alun Trisambodo.

“Saya sudah menginstruksikan Inspektorat Jendreral mengcek harta kekayaan dari saudara RAT. Pada 23 Februari lalu Inspektorat Jendreral kepada yang bersangkutan,” lanjutnya.

Sri Mulyani juga meminta seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara detail untuk memutuskan hukuman terhadap Rafael.

BACA JUGA :   Bahas Kestabilan Ekonomi, Menkeu Sri Mulyani Isi Kuliah Umum di Undip Semarang

“Saya minta seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara detail dan teliti hingga kemudian bisa menetapkan tingkat hukuman disiplin yang kami dapat tetapkan,” paparnya.

Mantan direktur Bank dunia itu mengaku akan mengambil tindakan korektif yang kredibel supaya kasus seperti ini tidak terulang kembali di instansi yang dia pimpin.

“Telah saya sampaikan sebelumnya bahwa jajaran Kemenkeu yang memiliki gaya hidup mewah telah menimbulkan sebuah persepsi negatif dan erosi kepercayaan dari seluruh masyarakat terhadap Kemenkeu dan dalam hal ini juga DJP. Ini menimbulkan pertanyaan yang sangat serius dari masyarakat mengenai dari mana sumber kemewahan itu diperoleh,” kata Sri Mulyani.

“Perilaku tersebut jelas mengkhianati dan mencederai seluruh jajaran Kemenkeu yang saya juga yakin mereka semua sebagian besar telah dan terus bekerja secara jujur dan profesional. Tindakan-tindakan mengkhianati dan mencederai reputasi kepercayaan masyarakat kepada Kemenkeu maupun DJP tidak dapat dibenarkan,” tegas Menkeu.

(atn)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan