Sistem Zonasi Masih Tetap Dilakukan dalam Pengundian Pedagang Pasar Johar Tahap Kedua

ABOUTSEMARANG – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang telah melakukan pendataan dan pengklasifikasian pedagang Pasar Johar yang nantinya akan dilakukan pengundian di tahap kedua.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan pengundian tahap kedua masih akan menerapkan sistem zonasi seperti pada pengundian tahap pertama lalu.

Ia mengatakan pengundian tahap dua rencananya dilakukan pada Desember mendatang. Harapannya pedagang bisa menempati lapak di Pasar Johar pada akhir tahun ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan perwakilan pedagang dan pengurus Pasar Johar terkait data pedagang yang punya Surat Izin Pemakaian Tempat Dasar (SIPTD), dan saat ini kami sedang melakukan evaluasi data pedagang agar tidak ada yang dobel,” kata Nurkholis, Selasa (15/11).

Pengundian tahap kedua ini, lanjut Nurkholis, akan mengedepankan asas keadilan. Nantinya para pedagang yang telah tercatat datanya akan bisa menyaksikan proses pengundian lapak yang menggunakan aplikasi e-Pendawa.

Pengundian ini akan menentukan lokasi lapak pedagang pada zona yang telah ditentukan oleh Disdag. Pedagang yang diundi ini nantinya akan menempati Johar Tengah dan Kanjengan.

“Jadi yang akan diundi ini akan menempati zona yang masih kosong hingga saat ini,” bebernya.

Terkait dengan penempatan pedagang yang alam masuk di Shopping Center Johar (SCJ), ia mengatakan akan sedikit mundur waktunya.

Hal ini lantaran kawasan SCJ lantai 3 hingga 5 untuk sarana prasarana pendukung seperti lift dan eskalator masih akan dilakukan perbaikan oleh Dinas Penataan Ruang (Distaru).

“Rencananya akan dikerjakan bersama pihak ketiga pada 2023. Pastinya akan ditempati pedagang meski waktunya sedikit mundur,” ungkapnya.

BACA JUGA :   Pedagang Pasar Johar Mulai Didata Ulang, Pedagang Mengaku Bingung

Nurkholis mengakui jika jumlah pedagang Pasar Johar lebih banyak dibanding dengan jumlah lapak yang tersedia.

Untuk itu, pihaknya benar-benar melakukan pendataan dengan teliti agar tidak terjadi pendataan ganda.

Sedangkan bagi pedagang yang saat ini menempati bekas pasar relokasi Johar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), nantinya akan dipindahkan setelah rekomendasi penghapusan aset dari Pemkot sudah keluar.

“Untuk yang di MAJT masih menunggu rekomendasi penghapusan aset, setelah itu pedagang akan pindah ke Pasar Johar,” pungkasnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan