Sri Sultan Lakukan Ini Mengetahui Covid-19 Varian Delta Ditemukan di DIY

ABOUTSEMARANG – Covid-19 Varian Delta terkonfirmasi menyerang sejumlah warga Daerah Istimewa Yogyakarya (DIY).

Dari hasil pemeriksaan Laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) FK-KMK UGM terhadap 25 sampel,sebanyak 20 orang dinyatakan terpapar varian Delta. Rinciannya, 11 kasus ditemukan pada usia dewasa dan 9 kasus pada anak-anak.

“Pada 14 Juli 2021, Pemda DIY menerima laporan dari Kementerian Kesehatan bahwa 20 orang telah terpapar varian Delta. Hasil ini didapat dari uji terhadap 25 sampel menggunakan metode amplicon based,” kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X setelah pertemuan dengan Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Kesehatan di Bangsal Kepatihan, Sabtu (17/7).

Dijelaskan Sri Sultan, pengambilan sampel sudah dilakukan sejak Juni lalu. Kriteria pasien yang diuji antara lain sudah divaksin tapi tetap terinfeksi Covid-19, penyintas yang mengalami re-infeksi, dan berasal dari lingkungan yang penularannya terjadi secara cepat.

Pemeriksaan juga menyasar orang yang baru saja bepergian dari luar negeri, serta kasus kematian dengan komorbid menular seperti HIV dan TBC.

Temuan varian Delta yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi ini sejalan dengan pesatnya penambahan kasus positif akhir akhir ini. Namun begitu, jelas Sri Sultan, untuk saat ini tidak ada perbedaan dalam upaya pencegahan maupun pengobatan pasien yang terpapar varian Delta.

”Vaksinasi perlu dipercepat karena orang yang tidak divaksin bisa menjadi sumber mutasi baru,” ucap Sri Sultan.

Upaya percepatan vaksinasi ini dilakukan dengan mengintensifkan basis kemitraan, dan meningkatkan kapasitas difasilitas kesehatan. Selain itu, pemberian vaksin bagi masyarakat umum yang sedianya dilaksanakan pada Agustus dipercepat pada Juli ini.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, varian Delta sudah ditemukan di lebih dari 14 provinsi.

”Vaksinasi akan kita gas pol termasuk untuk DIY dikejar secepat mungkin,” ucapnya. Vaksinasi pun tidak hanya menyasar 85 persen penduduk, tetapi juga semua warga yang berhak memperoleh vaksin.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, pihaknya akan turut membantu percepatan program vaksinasi. (ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan