Stok Vaksin Covid-19 Menipis, DKK Semarang Hanya Buka 2 Sentra Vaksinasi

ABOUTSEMARANG – Stok vaksin Covid-19 di Kota Semarang sangat menipis.

Data Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat stok vaksin jenis Pfizer hanya tinggal 198 dosis pada Kamis (6/10).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam mengatakan untuk mengantisipasi stok vaksin, pihaknya hanya membuka 2 sentra vaksinasi yakni di Puskesmas Pandanaran dan Rumah Dinas Walikota Semarang.

Sementara untuk sentra vaksinasi lainnya untuk sementara waktu d tutup hingga stok vaksin normal.

“Yang masih aktif hanya dua tempat tersebut, sentra vaksinasi lainnya berhenti sementara,” kata Hakam kepada wartawan di Kantor Dinasnya, Kamis (6/10).

Hakam menyebut jika stok vaksin yang tersisa kemungkinan akan habis dalam waktu dekat.

Ia berharap masyarakat bisa bersabar atau bisa melakukan pengecekan stok vaksin melalui laman victori.semarangkota.go.id.

Pasalnya hingga saat ini pihaknya juga masih menunggu stok vaksin dari pusat.

“Di Pemprov Jateng juga kosong, kami menunggu dari pusat,” jelasnya.

Ia menuturkan ketersediaan vaksin menipis salah satunya karena antusias masyarakat untuk melakukan vaksin cukup tinggi.

Pasalnya, saat ini sudah banyak syarat untuk melakukan mobilitas adalah sudah mendapatkan vaksin lengkap termasuk surat edaran sari BNPB terkait dengan pemakaian setifikat vaksin.

“Antusiasnya meningkat saat ini bisa 1.500 vaksin kali biasanya hanya 500 per hari,” bebernya.

Ia menyebut koordinasi dengan wilayah terdekat juga dilakukan untuk mendapat tambahan pasokan vaksin.

Meski demikian pihaknya juga terus menanyakan ketersediaan vaksin ditingkat pusat, walaupun hingga saat ini stok di pusat juga masih kosong.

BACA JUGA :   Wali Kota Semarang Hentikan Sementara PTM Dampak Kasus Covid-19 Melonjak

“Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi untuk meminta vaksin dari daerah terdekat, mungkin ke Pemkab Brebes,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hakam menyebut capaian vaksinasi hingga saat ini untuk dosis pertama atau V1 sudah mencapai 113 persen, V2 sudah diangka 107 persen, V3 diangka 65 persen dan V4 pada angka 92 persen.

“Paling tidak booster atau V3 80 persen guna menekan angka Covid di Kota Semarang,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, kasus Covid di Kota Semarang di bawah 50 orang, yang berisi warga Kota Semarang dan luar Kota Semarang.

“Rata-rata yang terpapar Covid adalah masyarakat yang baru mengikuti vaksinasi pertama atau kedua dan berusia lansia,” pungkasnya.

(ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan