Tanah Terendam, Proyek Tanggul Laut Tol Semarang-Demak Terkendala

ABOUTSEMARANG – Pembangunan tanggul laut sekaligus kolam retensi pada tol Semarang-Demak seksi 1C masih terkendala tanah yang terendam.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, Yusrizal Kurniawan.

Yusrizal menyampaikan hingga saat ini untuk tanggul laut dan kolam retensi masih terkendala tanah terendam sekitar 96 hingga 97 persen.

Sementara untuk regulasi pembebasan lahan tanah terendam dan tanah musnah baru saja terbit dua hari yang lalu.

Sehingga untuk prosesnya diperkirakan masih sekitar empat bulan. Ini yang membuat pembangunan akan bisa berjalan secara optimal sekitar akhir September 2023.

“Kemungkinan September bisa optimal. Kira-kira awal tahun 2026 selesai,” kata Yusrizal, Kamis (8/6).

Di sisi lain, lanjutnya, pembangunan yang saat ini mengalami kemajuan signifikan ada di wilayah Kaligawe hingga tol elevated sebelum tanggul laut sekitar satu hingga dua kilometer.

“Nanti kami akan lakukan peninggian Kaligawe sampe tol layang,” tandasnya.

Pembangunan tol Semarang-Demak Seksi 1 ini merupakan kelanjutan dari pembangunan Seksi 2 yang sudah jadi dan digunakan.

Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2, yaitu dari Sayung hingga Demak, sudah diresmikan Presiden Jokowi pada 25 Februari 2023 lalu. Presiden menyebut jalan Tol Semarang-Demak sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut. (***)

Sharing:

BACA JUGA :   Seperti Amsterdam, Tol Semarang-Demak Bakal Miliki Tanggul Laut Raksasa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan