Teknisi Tewas Terjepit Saat Perbaiki Lift di Kantor Gubernur Jateng

ABOUTSEMARANG – Seorang teknisi alami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia akibat terjepit lift saat melalukan perawatan di kantor Gubernur Jateng, Semarang.

Kejadian nahas terjadi di antara lantai 3 menuju 4 gedung E di kompleks kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang, Senin (8/5).

Diketahui korban bernama Andrianus Ariwibowo dan dinyatakan meninggal dalam perjalanan untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Tlogorejo Kota Semarang.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan mengatakan, kejadian ini terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Korban ketika kejadian sedang melakukan perawatan rutin bersama satu rekannya dan beberapa tenaga dari Pemprov Jateng.

“Tadi kan kami melaksanakan pam (pengamanan) demo, kemudian sekitar jam 16.00 kita melihat ada ambulans masuk ke arah sini. Makanya timbul kecurigaan dari kami. Kemudian kami melalukan pengecekan, ternyata ditemukan trouble pada saat kegiatan perawatan lift di gedung E,” kata Donny, Senin (8/5).

Dari keterangan saksi, sebelum kejadian korban bernama Andri dan rekannya bernama Harista melakukan perawatan lift rutin. Ada dua lift di gedung itu yakni lift kanan dan kiri.

Saat lift sebelah kiri sudah selesai perawatan namun dalam tahap inspeksi, para pekerja bergeser ke lift sebelah kanan. Kemudian lift sebelah kiri digunakan salah satu penghuni gedung E.

Lalu lift berhenti di antara lantai tiga dan empat. Korban dan temannya kemudian membantu, posisi korban berada di atas sangkar lift yang berhenti untuk membuka pintu lift.

“(Lift kiri) masih dalam tahap inspeksi cuma ketika digunakan ada yang terjebak di lift, akhirnya dua orang teknisi ini membantu untuk mengeluarkan orang yang terjebak di dalam lift,” katanya.

BACA JUGA :   Eks Wali Kota Semarang Bakal Dipanggil Kepolisian Soal Kasus Dugaan Hibah Lahan BSB Mijen

Ketika rekan korban berpindah ke lift sebelah kanan, ternyata korban masih berada di atas sangkar dan kakinya terjepit bagian depan lift, karena lift mendadak bergerak ke atas.

“Posisi korban saat ditemukan di batas sangkar, tapi sebagian badan korban turun ke bawah. Jadi kalau kita lihat di lift ada celah kecil di depan pintu. Kita belum tahu apa yang dilakukan korban pada saat itu. Posisi korban di luar sangkar ketika ditemukan ditemukan di situ. Terjepitnya justru di atas sangkarnya itu, kita masih cek korban terkena apa, terbentur apa,” terangnya.

Korban setelah dievakuasi dibantu tim pemadam kebakaran kemudian dibawa ke RS Tlogorejo. Namun ketika dibawa ke rumah sakit korban meninggal. Jenazah korban kini dibawa ke RSUP dr Kariadi untuk proses lebih lanjut. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan