Ternyata, 3 Faktor Ini Penyebab Terjadinya Perceraian di Kota Semarang

ABOUTSEMARANG – Pengadilan Agama Semarang mencatat terdapat 3 dari 12 faktor terbesar yang menjadi penyebab perceraian di Kota Semarang sepanjang 2022.

Pengadilan Agama Semarang mencatat 3 Faktor tersebut yakni kasus perselisihan dan pertengkaran, meninggalkan salah satu pihak dan faktor ekonomi.

Faktor utama dan terbesar didominasi oleh perselisihan dan pertengkaran yang tak kunjung selesai. Dari total 3.005 kasus, perselisihan dan pertengkaran yang tak kunjung usai mencapai 2.236 kasus atau sekitar 74 persen.

Sementara penyebab perceraian kedua terbesar yang dicatat Pengadilan Agama Semarang, adalah meninggalkan salah satu pihak.

Kasus meninggalkan salah satu pihak yang dicatat Pengadilan Agama Semarang di angka 392 kasus atau 13 persen.

Sementara faktor ekonomi menempati urutan ketiga penyebab perceraian di Kota Semarang, dengan 300 kasus atau 10 persen.

Tak hanya itu, Panitera Pengadilan Agama Semarang, Mohammad Dardiri, menjelaskan, KDRT, madat atau berkelakuan tidak baik, murtad, kawin paksa, cacat badan, poligami, dihukum penjara, judi hingga mabuk juga menjadi faktor penyebab perceraian.

Sedangkan dari pendataan yang dilakukan, 10 kasus KDRT menjadi penyebab perceraian di tahun 2022.

Selain itu, 19 kasus madat, dianggap murtad ada 10 kasus, kawin paksa dan cacat badan ada 1 kasus.

Pengadilan Agama Semarang mengimbau agar masyarakat bisa menjalin hubungan keluarga sebaik mungkin.

Pasalnya, perceraian akan berdampak pada keluarga hingga psikologis anak jangka panjang.

Untuk itu, semua permasalahan lebih didiskusikan dan diselesaikan secara kekeluargaan sebelum memutuskan untuk bercerai. (***)

Sharing:

BACA JUGA :   Seorang Pria di Semarang Gantung Diri Usai Tusuk Istri yang Hamil 9 Bulan

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan