Tim Ditresnarkoba Polda Jateng Gagalkan Penyelundupan 3,5 Kg Sabu dari Malaysia

ABOUTSEMARANG – Tim gabungan Ditresnarkoba Polda Jateng bersama Bea Cukai Tanjung Emas Kanwil DJBC Jateng dan DI Yogyakarta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 3,5 kilogram dari Malaysia.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng Kombes Pol Lutfi Martadian menjelaskan, kronologi pengungkapan kasus berawal dari informasi petugas Bea Cukai di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas pada Kamis (1/9) bahwa ada dua paket mencurigakan dari Malaysia dengan tujuan Kabupaten Nganjuk dan Tulungagung, Jawa Timur.

Modus digunakan pelaku dengan cara menyembunyikan barang haram ini didalam empat bingkai pigura kaligrafi.

“Setelah dicek melalui alat X–Ray ditemukan di dalam masing-masing paket terdapat empat bingkai pigura kaligrafi terdapat serbuk kristal. Kemudian Petugas unit opsnal Ditresnarkoba Polda Jateng dan Petugas Bea Cukai mengecek dengan testkit narkoba dan menunjukkan hasil positif methamfetamina,” kata Kombes Lutfi, Kamis (15/9).

Kemudian Petugas unit opsnal Ditresnarkoba Polda Jateng melakukan penyelidikan. Dalam penyelidikan tersebut aparat berhasil menangkap tiga pelaku, yakni HS, UK dan KK pada Senin, (5/9).

Dalam pemeriksaan petugas menemukan barang bukti sabu seberat 1,7 kilogram dan 1,8 kilogram di paket yang di kemas dalam pigura.

“Dari hasil interogasi terhadap tersangka KK, dirinya mengaku mendapat perintah dari HS untuk mencari alamat kerabat yang tinggal di Nganjuk, Jawa Timur. Sedangkan tersangka UK disuruh mencari alamat di Tulungagung, Jawa Timur untuk dijadikan alamat penerimaan paket dari Malaysia dengan janji diberi upah Rp5 juta,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa tersangka HS adalah mantan TKI di Malaysia dan telah menyuruh UK dan KK sebanyak lima kali dengan modus operandi yang sama dengan cara memasukkan paket sabu ke kardus yang dikirim dari Malaysia ke Indonesia sejak 2021.

BACA JUGA :   Diduga Jadi Tempat Produksi Narkoba, Rumah di Pedurungan Semarang Digerebek

“HS mengakui mendapatkan upah Rp50 juta dari seseorang bernama Atika di Malaysia untuk menyelundupkan narkotika jenis sabu,” katanya.

Para pelaku selanjutnya dijerat dengan pasal 132 ayat 1 Jo pasal 114 ayat 1 subs pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, Anton Martin mengatakan, penangkapan ini merupakan bukti nyata perlindungan terhadap masyarakat dan akuntabilitas pelaksanaan tugas Bea Cukai, sekaligus perwujudan sinergi Bea Cukai dengan aparat penegak hukum lainnya.

“Untuk ke depannya kami akan terus meningkatkan sinergi yang ada serta terus berkomitmen menyatukan langkah bersama dalam memberantas peredaran narkoba demi menciptakan Indonesia Bersinar (bersih narkoba),” ucapnya. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan