Tim Resmob Elang Utara Semarang Amankan Pelaku Penculikan Anak Dibawah Umur

ABOUTSEMARANG – Tim Resmob Elang Utara Semarang, meringkus terduga pelaku penculikan seorang anak laki-laki berusia 8 tahun yang terjadi di sebuah warung makan yang berada di Jalan Hasanudin, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang pada Selasa (10/1) dini hari.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan membenarkan penangkapan seorang laki-laki bernama Santoso alias Pawiro (64) tersebut di sebuah rumah warga di Kelurahan Sawah Besar, Gayamsari.

“Pelaku dan barang bukti sudah diamankan, saat ini masih didalami,” katanya.

Donny masih belum bisa menjelaskan secara detil motif penculikan tersebut.

Sementara dari informasi yang dihimpun, penculikan yang menimpa WB tersebut bermula ketika pelaku datang ke warung makan milik ayah korban yang berada di Jalan Hasanuddin, Kota Semarang, saat akan tutup.

Pelaku sempat mengobrol dengan Setiawan, ayah korban, sebelum akhirnya membawa kabur anaknya dengan menggunakan sepeda motor.

Menurut orang tua korban, Setiawan Santoso, pelaku awalnya datang ke warungnya sekira pukul 01.30 WIB untuk meminta minum lalu pergi. Kemudian selang beberapa saat pelaku datang kembali untuk meminta karung sebagai wadah barang rongsokan.

Dirinya mengaku, pelaku terus menekan agar permintaannya selalu dituruti. Pelaku juga sempat meminta diantar ke sebuah tempat di Hasanudin untuk mengambil barang rongsokan.

Kemudian saat Setiawan dan pelaku kembali dari mengambil rosok, sekira pukul 03.30 WIB, pelaku kemudian naik motor dan tiba-tiba mengajak korban atau anaknya pergi.

“Motor itu punya kakak ipar saya. Kuncinya memang masih nyantol. Dia bawa anak saya, waktu itu saya sadar tapi mau bilang ‘jangan’ itu nggak bisa,” ujar Setiawan.

BACA JUGA :   Jelang Comeback Liga 1, Mabes Polri Turunkan Tim Khusus Untuk Nilai Risiko di Lapangan Jatidiri Semarang

Setelah tersadar, dirinya sempat lemas dan menunggu hingga matahari terbit namun pelaku dan anaknya tidak kembali. Usaha pencarian pun dilakukan dengan berkeliling Kota Semarang.

“Waktu ambil motor dan bawa anak, saya juga gak bisa ngomong apa apa. Pas pelaku pergi, saya dan istri juga kayak orang linglung. Setelah sadar, saya langsung pergi muter muter kota nyari anak saya,” terangnya.

Dirinya sangat bersyukur anaknya bisa ditemukan. Selain itu dia juga menceritakan sempat memotret pelaku dan anaknya sebelum pergi. Foto itu digunakan untuk menyebarkan informasi di media sosial, aplikasi Libas milik Polrestabes Semarang dan juga melaporkan langsung ke kepolisian.

“Anak saya dipakaikan peci, terus pelaku minta foto. Untungnya saya motret tadi,” bebernya.

Sementara itu korban berinisal WB (8) mengucapkan berterima kasih kepada Aiptu Agus Supriyanto yang memimpin penangkapan di daerah Sawah Besar malam tadi. Anak laki-laki itu terlihat lusuh dan mengaku malah sempat disuruh makan daun.

“Diajak muter-muter tadi. Disuruh makan daun juga, saya nggak mau,” ujar korban.

Sedangkan pelaku, Susanto saat ditanya polisi selalu berkelit. Dia mengaku mengajak korban dengan mengatakan akan membelikan motor trail kecil dan mengajak mengaji.

“Mau saya ajak ngaji. Mau saya belikan motor. Saya gak nyulik. Wong saya ijin sama kedua orang tuanya mau ngajak anaknya ngaji,” katanya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan