Tren Asuh Spirit Doll, Ini Kata MUI dan Psikolog

ABOUTSEMARANG – Spirit doll atau boneka arwah kini sedang tren dan viral hingga jadi bahan perbincangan. Sejumlah selebriti Indonesia seperti Ivan Gunawan, Celine Evangelista, Lucinta Luna yang belum lama ini mengadopsi boneka arwah dan merawatnya seperti anak sendiri. Mereka juga turut mengunggah kebersamaan dengan boneka itu di media sosial.

Sebenarnya, keberadaan boneka arwah sudah ada sejak zaman dahulu kala. Biasanya boneka ini digunakan dalam ritual pemujaan atau keagamaan. Dan dalam beberapa tahun terakhir, tren spirit doll kembali muncul di era modern ini.

Menanggapi tren ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah, Cholil Nafis meminta agar Umat Islam tak menyembah boneka arwah atau spirit dolls karena dapat terjebak pada kemusyrikan.

Pernyataan itu ia sampaikan merespons perilaku sejumlah publik figur yang mengadopsi boneka arwah atau Spirit Dolls seperti memperlakukan boneka tersebut layaknya bayi sungguhan.

Baca Juga : Tren Spirit Doll : 5 Artis yang Asuh Spirit Doll Mirip Bayi Manusia

“Kalau itu diisi atau dipersepsikan tempat arwah, hukumnya tidak boleh memelihara makhluk halus. Kalau disembah musyrik, tapi kalau berteman saja berarti berteman dengan jin,” kata Cholil dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/1).

Cholil lantas mengimbau kepada umat Islam untuk tak memperlakukan sebuah boneka seperti anak. Pasalnya, boneka tergolong benda mati.

Ia lantas menyarankan agar umat Islam tidak terjebak pada aspek berbau mistis dan berpaling dari selain Allah SWT. Ia mengimbau uang yang dimiliki sebaiknya disumbangkan kepada anak yatim dan yang membutuhkan.

“Itu lebih baik dari pada memelihara boneka yang mistis itu,” kata Cholil.

Sementara itu, dikutip dari cnnindonesia.com, psikolog Stephani Raihana Hamdan menjelaskan bahwa fenomena ini bisa muncul karena kebutuhan merawat dan memelihara sesuatu.

“Saya tidak menemukan riset untuk menjelaskan hal ini, kelihatannya itu didasari oleh kebutuhan terkait dengan nurturing, terkait dengan kebutuhan merawat, karena memang pada dasarnya manusia memiliki kebutuhan ingin merawat generasi baru, dalam hal ini bayi,” kata ‪Stephani, Minggu (2/1).

Dikutip dari barkobe, terdapat sejumlah pengertian mengenai spirit doll.

Spirit doll adalah boneka yang digunakan berkaitan dengan hal-hal spiritual atau ritual keagamaan seperti doa dan meditasi. Boneka ini sering diletakkan di altar, digunakan di geraja atau menjadi objek pengabdian. Boneka arwah dapat berupa patung tokoh suci, leluhur, malaikat, dewa dan dewi.

Belakangan, spirit doll digunakan sebagai metode penyembuhan atau healing. Proses penyembuhan ini dilakukan dengan membuat sendiri spirit doll sesuai dengan keinginan. Proses pembuatan dan merawat boneka ini diyakini dapat menyembuhkan batin seseorang.

Saat ini, spirit doll yang populer dan banyak dimiliki adalah boneka yang menyerupai bayi dan dirawat seperti manusia. Boneka ini seolah memiliki arwah layaknya bayi atau manusia pada umumnya. Boneka arwah ini bahkan juga dijual secara online. ***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan