Uji Tabrak Depan Bus UN ECE R29, Laksana Lanjutkan Komitmen Keselamatan Berkendara

ABOUTSEMARANG – Salah satu karoseri bus terdepan di Indonesia, Laksana Bus kembali melanjutkan komitmen keselamatan berkendara terutama pada bus untuk memperbarui kualitas dan fitur keselamatan bus termutakhir dan terdepan dalam industri transportasi dan pariwisata.

Keamanan dan keselamatan menjadi kunci penting dalam) bagi perjalanan angkutan baik mode kendaraan darat, udara, maupun air.

Berkomitmen menjadi pioner keselamatan berkendara (pioneer of safety) Laksana secara berkala memperbarui teknologi keselamatan berkendara untuk mendukung keamanan dan kenyamanan awak bus dan penumpang.

Setelah berhasil mengantongi sejumlah standar keselamatan berkendara, kali ini Laksana mengenalkan fitur keselamatan dengan menggelar uji tabrak depan struktur kendaraan (frontal impact test) atau demo UN ECE R29, Kamis (6/7).

Melalui demonstrasi tabrak bagian depan struktur kendaraan bus. Laksana menunjukkan kekokohan bus dalam menjamin keselamatan pengemudi dan penumpang dari Bus.

“Hampir lima dekade Laksana terus berusaha untuk memberikan fitur termutakhir pada produk kami Hal ini sebagai komitmen keselamatan dalam berkendara, sehingga konsumen akan merasa nyaman dan tentunya memberikan keamanan yang maksimal bagi seluruh awak yang ada di dalam bus. Melihat kebutuhan bagi keselamatan. angkutan jalan, kami berusaha hadir dengan meminimalisir benturan yang diperoleh jika akan terjadi tabrakan terutama pada bagian depan bus sesuai dengan ketentuan UN ECE R29,” ucap Stefan Arman, Technical Director Laksana ketika demonstrasi langsung pengujian benturan bagian depan pada struktur kendaraan bus (6/7).

Sebagai karoseri yang memiliki perhatian besar terhadap keselamatan berkendara dan mengembangkan kendaraan yang berkualitas, Laksana mengacu pada UN ECE atau United European Commission atau Komisi Ekonomi Eropa, yaitu standar undang-undang keselamatan yang ada di eropa dan menjadi acuan yang paling banyak digunakan di dunia.

BACA JUGA :   Polda Jateng Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2022, Ini Sasarannya

Fitur termutakhir UN ECE R29 ini sendiri merupakan yang pertama hadir di Indonesia diantara perusahaan Karoseri di Indonesia (UN ECE R29) sendiri mengatur kekuatan kabin bagian depan untuk memastikan tersedianya survival space bagi pengemudi ketika terjadi tabrak depan.

Simulasi ini akan menunjukkan dalam situasi ketika bagian depan mobil tertabrak, kerangka pada bagian depan mobil tidak masuk ke dalam sehingga membahayakan pengemudi mobil. Ketika bagian depan mobil tertabrak benturan tersebut akan dilindungi oleh penyerap atau absorber sehingga dapat lebih menjamin keselamatan dari pengemudi.

Selain itu, hasil uji coba tabrak depan struktur ini menunjukkan pintu pada kendaraan masih bisa dibuka, sehingga persentase untuk menyelamatkan penumpang lebih besar.

“Melalui uji coba ini, kami berharap Laksana dapat terus mengembangkan kendaraan yang aman untuk keselamatan seluruh penumpang, kernet, maupun supir bus, sehingga perjalanan dapat dilakukan semaksimal dan senyaman mungkin. Upaya ini juga bertujuan untuk mendukung industri transportasi Indonesia agar semakin maju dari waktu ke waktu.” tutup Stefan Arman

Demonstrasi ini dilakukan dengan menghantam rangka depan kendaraan dengan pendulum baja tebal seberat 1.5 ton, dengan energi impak sebesar 55 kj dan kecepatan impak sebesar 8.56 m/s (31 km/jam).

Untuk syarat kelulusan pengujian ini, area keselamatan pengemudi harus terlindungi yang nantinya akan dibuktikan dengan memperlihatkan dummy yang tidak menyentuh struktur.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono./ dok. Laksana

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono memberikan apresiasi atas inovasi dan pembaruan yang dilakukan oleh Laksana.

“Inovasi serta improvement yang diusung ini menjadikan Laksana role model bagi perusahaan karoseri lain di Indonesia. Semoga dengan ini karoseri lain turut mengikuti standar kendaraan yang dikembangkan oleh Laksana untuk menciptakan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” harap Soerjanto Tjahjono.

BACA JUGA :   45 Tahun Perjalanan di Indonesia, Laksana luncurkan Bus Terbaru Legacy Suites Combi Family Series dan Lini Bisnis Terbaru

Sebelumnya. Laksana Bus telah mengantongi standar keamanan berkendara bus Eropa Beberapa regulasi yang sudah diterapkan pada Bus Laksana diantaranya adalah R66 yaitu standar uji guling bus dan R80 yaitu standar internasional dari eropa untuk menguji kekuatan dari kursi dan dudukan kursi untuk kendaraan penumpang Lalu R107 dimana kendaraan harus memiliki kestabilan saat dimiringkan dengan sudut. minimal 28 derajat tanpa terguling dan R93 yang dinamakan Front Under-run Protection Device (FUDP), dimana material tersebut dapat menahan beban hingga 160KN.

Sebagai informasi, berdasarkan Laporan Jumlah kecelakaan LLAJ (Lalu Lintas Angkutan Jalan) Indonesia sendiri melaporkan angka kecelakaan kendaraan di Indonesia cukup tinggi Melansir Buku Statistik Investigasi Kecelakaan Transportasi KNKT tahun 2022, sebanyak 64% dari total kasus kecelakaan LLAJ merupakan kecelakaan tabrak depan, dimana lebih dari 30% diantaranya merupakan kecelakaan tabrak depan bus.

Tak ayal sebagian besar korban dari kecelakaan bus tabrak depan ini diantaranya adalah pengemudi bus dan kernet. Harapannya dengan adanya uji tabrak depan sruktur bus dapat meningkatkan keselamatan pengemudi, kernet serta penumpang lebih terjamin.

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan