Unggahan Video YouTube Richard Lee Jadi Tanda Dirinya Ditangkap Polisi Lagi

ABOUTSEMARANG – Dokter dan aktivis media sosial Richard Lee resmi ditahan lagi sejak Senin (27/12) malam terkait kasus akses data secara ilegal.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan polisi sudah resmi melakukan penahanan terhadap Richard Lee sebagai tersangka kasus illegal access. Namun untuk detail penahanan akan disampaikan hari ini, Selasa (28/12).

Richard Lee tak tinggal diam, Ia dalam channel YouTube-nya, langsung mengunggah video. Dalam video tersebut mengatakan saat video itu tayang, dirinya pasti sudah ditahan. Hingga hari ini video tersebut telah ditonton sebanyak 95 juta penonton.

“Hai kalau video ini tayang artinya saya sudah ditahan. Saya nggak tahu, mungkin dari pihak kejaksaan atau kepolisian. Dan video ini saya buat jauh dari sebelum tanggal itu. Jadi ini tanggal 19 Desember,” buka Richard Lee dalam video yang diunggah oleh adminnya.

Baca Juga : Anak Rizky Billar dan Lesti Kejora Lahir, Inisial Baby L Trending

Video YouTube berjudul ‘SAYA DI TANGKAP LAGI!!! BANTU SAYA SHAREE VIDEO INI!! (DIPOST OLEH ADMIN)’ itu diunggah pada Senin, (27/12). Dalam video tersebut, dokter kecantikan yang juga memiliki kasus dengan Kartika Putri meluapkan isi hatinya.

Tahu akan ditahan lagi dan ditangkap, dikatakan Richard Lee sangat menyakitkan hatinya. Richard Lee juga mengatakan kejadian itu menyakiti hati keluarganya.

“Tahu akan ditangkap lagi, tahu akan kapan meninggal, benar-benar menyakiti hati saya. Sumpah. Jadi saya dapat kabar dalam satu atau dua hari dalam minggu ini saya akan ditangkap lagi, kali ini akan lebih berat sampai di persidangan. Itu benar-benar menyakiti hati saya sekali, menyakiti keluarga saya, Papa saya nangis,” tuturnya.

“Tadi pagi Mama saya telepon, Mama saya juga nangis, dan saya berusaha menguatkan Mama saya dan keluarga saya, bahwa saya akan baik-baik saja dan saya akan cari jalan yang terbaik untuk diri saya. Sumpah ini benar-benar nggak sepadan dengan apa yang saya lakukan, nggak sepadan dengan perjuangan yang saya lakukan,” lanjut dr Richard Lee.

Richard Lee menuturkan apa yang dia lakukan selama ini untuk menyelamatkan orang lain. Richard Lee bahkan menyinggung soal mafia.

“Saya cuma pengin nyelamatin orang lain. Tapi, kalau misalnya review saya berujung pada penangkapan, saya bongkar semuanya ini, saya bongkar mafia ini, berujung saya ditangkap, benar-benar nggak pantas. Benar-benar saya nggak ikhlas, dan benar-benar nggak sepadan dengan apa yang saya kerjakan,” kata Richard Lee menggebu.

Richard Lee menegaskan dari apa yang dia kerjakan tidak pernah dirinya mengambil keuntungan. Meski dirinya juga punya produk skincare, Richard Lee menegaskan akan membuat review terpisah.

Dia meyakini apa yang dikerjakannya benar dan tidak melanggar hukum.

“Saya yakin apa yang saya kerjakan benar. Saya yakin tidak berniat jahat,” ungkapnya.

“Saya tidak melakukan satu pun tindakan pidana. Saya tidak melakukan satupun tindakan pidana. Illegal acces yang ditujukan kepada saya. Saya hanya meng-upload dari Facebook dan secara otomatis itu pun juga di bawah arahan asisten saya. Dan, saya sudah jelaskan itu apa adanya. Saya siap perjuangkan ini di pengadilan. Tapi, sepertinya banyak orang yang terusik dengan kehadiran saya, banyak orang yang benar-benar ingin saya menghilang,” lanjut Richard Lee.

Richard Lee berharap saat video ini sudah diunggah dan disebarluaskan, bisa menemukan jalan keluar untuk masalahnya.

“Saya benar-benar sedih. Saya kasihan dengan keluarga saya, saya berharap video ini tidak pernah saya upload dan menemukan jalan lain keluar dari permasalahan saya. Kalau video ini harus diupload oleh staf saya semoga Tuhan memberkati saya dan keluarga saya semua. Amiin,” tutup Richard Lee.

Ditahannya lagi Richard Lee dijelaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan, karena kasus tersebut sudah dinyatakan P-21 (lengkap). Richard Lee selanjutnya akan ditahan sambil menunggu pelimpahan tahap II ke jaksa.

Ahli kecantikan tersebut ditetapkan sebagai tersangka kasus akses ilegal dan penghilangan barang bukti dan dijerat Pasal 30 jo. Pasal 46 UU ITE dan/atau Pasal 231 KUHP dan/atau Pasal 221 KUHP, pada Kamis (12/8).

Usai pemeriksaan saat itu, ia tak ditahan penyidik dan hanya dikenakan wajib lapor. ***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan