Usai Lebaran, Ganjar Pranowo Tidak Berlakukan WFH di Pemprov Jateng

ABOUTSEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tidak berlakukan work from home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meski sudah ada kebijakan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Adapun kebijakan tersebut memperbolehkan ASN untuk bekerja work from home pasca Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah selama sepekan ke depan.

“Tapi seandainya ada yang belum bisa bekerja karena sesuatu, boleh minta izin. Tapi kita langsung gaspol ini untuk layani masyarakat karena kita kan tidak bagian dari arus balik. Kita (Jawa Tengah) bukan tujuan arus balik, tapi kita yang membalikkan teman-teman yang kemarin mudik,” kata Ganjar.

Dalam acara halal bihalal yang digelar secara virtual pada Senin, 9 Mei 2022, Ganjar menyampaikan hal tersebut kepada peserta yang hadir di antaranya Forkopimda Jawa Tengah, serta seluruh staf dan jajaran organisasi perangkat daerah di Jawa Tengah. Kemudian, direksi Bank Jateng serta instansi vertical, seperti Kejati dan Pengadilan Tinggi serta Kanwil Kemenag Jateng.

Tidak hanya itu, Ganjar mengapresiasi pada seluruh jajaran yang telah membuat pelaksanaan mudik lancar.

“Semuanya lancar. Arus balik lancar. Ya pasti ada yang merasa tidak nyaman, kita minta maaf,” ungkap Ganjar.

Ganjar juga menyampaikan terima kasihnya telah membantu menjaga kelancaran mudik dan arus balik di Jawa Tengah. Selain itu, pasokan kebutuhan pokok juga berjalan dengan baik.

“Kawan kepolisian dan TNI kemarin tidak pernah tidur, dibantu oleh teman-teman di kabupaten/kota semua berjalan sampai tadi malam. Kami pantau alhamdulillah arus baliknya juga baik,” ujarnya

BACA JUGA :   Pemprov Jateng Pastikan Stok Pangan di Jateng Masih Aman Untuk Ramadhan Hingga Idul Fitri

Sementara itu, Ganjar juga meminta kepada para ASN untuk kembali produktif di hari pertama seusai libur Lebaran. Mengingat, saat ini sedang muncul hepatitis misterus serta penyakit mulut kuku yang patut diwaspadai.

“Ada catatan hepatitis anak, ada catatan penyakit mulut kuku yang musti kita siapkan. Sambil PR minyak goreng dan fluktuasi harga sembako kita pantau terus,” ungkap Ganjar.

Selain itu, Ganjar meminta seluruh pihak waspada dan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascamudik lebaran 2022. Salah satunya dengan kembali menyosialisasikan protokol kesehatan.

“Semua menjaga protokol kesehatan. Saya kira sudah dijelaskan ke publik kemarin, sering cuci tangan termasuk masker ini penting untuk dua hal, satu covid, satu menanggulangi penularan, khususnya yang balita. Maka balitalah yang kita minta kepada orang tua agar diperhatikan cara hidup bersih,” pungkasnya.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan