Vaksin Nyaris Habis, Target Vaksinasi Massal Pemkot Semarang Terhambat

ABOUTSEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menghadapi kendala menipisnya ketersediaan vaksin Di tengah upaya percepatan vaksinasi massal.

Akibat kondisi ini memaksa Pemkot Semarang harus menutup pelayanan vaksinasi massal di tiga sentra vaksinasi dan tujuh puskesmas.

Tak hanya itu, 16 puskesmas juga saat ini hanya mampu membuka layanan untuk vaksinasi kedua.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr M Abdul Hakam mengungkapkan kondisi tersebut terjadi karena terhambatnya kiriman vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Saat ini ketersediaan vaksin Kota Semarang tinggal 38.050 dosis, yang perkiraannya hanya cukup untuk dua hari ke depan. Kita masih menunggu distribusi vaksin dari provinsi yang berasal dari pusat, di mana di pusat juga belum 100% siap sesuai sasaran,” ujar Hakam.

Meskipun begitu, Hakam pun meyakinkan bahwa Pemerintah Kota Semarang tetap membuka pendaftaran vaksinasi massal secara online, untuk kemudian nantinya dijadwalkan sesuai ketersediaan stok.

“Akhirnya kami siasati dengan menyiapkan mekanisme pendaftaran secara online, untuk dapat kami jadwalkan sesuai dengan ketersediaan vaksin yang ada,” ujarnya.

Di sisi lain, Hakam menuturkan masih berharap bisa mendapatkan baffer (cadangan) stok dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk percepatan target vaksinasi massal.

“Kami bersurat untuk meminta buffer stok dari Provinsi. Kami juga bersurat ke Kemenkes melalui Dirjen P2P, agar jumlah stok yang dikirim ke Semarang bisa ditambah, atau mendapatkan vaksin mandatory atau alokasi khusus,” kata Hakam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Yulianto Prabowo tidak menampik kesulitan untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi massal di Kota Semarang.

“Ya kalau ada kita bagi, sekarang nggak ada, sudah kita bagi semua,” tuturnya.

Yulianto menuturkan, saat ini hanya mendapatkan alokasi dropping vaksin dari pusat sekitar 500.000 dosis sepekan, itu pun 60% hingga 65% di antaranya merupakan milik TNI Polri.

“Vaksinnya saja 500.000 seminggu kok, ya menyesuaikan vaksinnya. Kalau vaksinnya seminggu ada 2.000.000 ya kita habis, kalau 500.000 ya kita habis, ya sesuai dengan vaksin yang ada aja,” tutur Yulianto. (ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan