Viral Curhatan Pegawai KPI, Mengaku Buah Zakar Dicoret-coret dan Difoto Pegawai Senior

ABOUTSEMARANG – Media sosial digegerkan dengan pengakuan seorang pegawai KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) Pusat yang menjadi korban pelecehan seksual dan bullying saat bekerja.

Pengakuan pria berinisial MS yang mengalami penderitaan selama bekerja di KPI viral pada Rabu (1/9). Dia mengaku dilecehkan dan dibully teman-teman senior di kantornya.

MS mengaku mengalami pelecehan dan bullying selama 2 tahun, tepatnya di tahun 2012 sampai 2014 selama bekerja di KPI.

Korban menyebut, pelaku pelecehan dan bullying berjumlah lebih dari 1 orang. Korban merupakan pegawai KPI pusat.

Dalam curahan hatinya yang tersebar di sejumlah whatsapp group, MS menyebut sejumlah nama yang bekerja di beberapa divisi di KPI.

BACA JUGA: Bela Ayu Ting Ting, Ivan Gunawan Justru Dinilai Hina Profesi Pembantu?

“Sepanjang 2012-2014, selama 2 tahun saya dibully dan dipaksa untuk membelikan makan bagi rekan kerja senior. Mereka bersama sama mengintimidasi yang membuat saya tak berdaya. Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh,” kata MS seperti dikutip dari Kumparan.

“Sejak awal saya kerja di KPI Pusat pada 2011, sudah tak terhitung berapa kali mereka melecehkan, memukul, memaki, dan merundung tanpa bisa saya lawan. Saya sendiri dan mereka banyak. Perendahan martabat saya dilakukan terus menerus dan berulang ulang sehingga saya tertekan dan hancur pelan pelan,” tambah dia.

MS lalu menceritakan pada tahun 2015 ia mendapat pelecehan seksual. Ia mengaku trauma atas perbuatan yang dilakukan rekan satu kantornya itu.

“Tahun 2015, mereka beramai ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, melecehkan saya dengan MENCORAT CORET BUAH ZAKAR SAYA MEMAKAI SPIDOL. Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat macam begini terjadi di KPI Pusat? Sindikat macam apa pelakunya? Bahkan mereka mendokumentasikan kelamin saya dan membuat saya tak berdaya melawan mereka setelah tragedi itu. Semoga foto telanjang saya tidak disebar dan diperjualbelikan di situs online,” ungkapnya.

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan