Viral! Dokter di Makassar Pukul Bocah 3 Tahun Gara-gara Catur

ABOUTSEMARANG – Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang dokter di Makassar memukul seorang anak berusia 3 tahun karena merasa terganggu saat bermain catur di warung kopi (warkop).

Diketahui aksi penganiayaan tersebut terjadi di sebuah warung kopi (warkop) yang berlokasi di Jalan Anggrek Raya, Panakkukang, Kota Makassar. Polisi mengatakan kejadian itu terjadi pada Kamis (20/7) sekitar pukul 23.00 Wita.

“Kejadiannya itu hari Kamis sekitar pukul 23.00 Wita,” ujar Kanit PPA Polrestabes Makassar Iptu Alim Bachri, Sabtu (29/7).

Iptu Alim mengatakan laporan penganiayaan dibuat orang tua balita pada keesokan harinya, Jumat (28/7). Setelah mendapat laporan tersebut, kepolisian telah mendatangi lokasi dan akan memanggil terlapor untuk dilakukan pemeriksaan klarifikasi.

Dari rekaman video CCTV yang beredar, terlihat dua orang pria sedang duduk bermain catur. Lalu anak laki-laki berusia tiga tahun ini mendekati meja kedua pria tersebut.

Kemudian tak disengaja anak pemilik warkop tersebut menyentuh meja hingga membuat papan catur jatuh dan bidak catur berhamburan ke lantai.

Setelah kejadian, pria berbaju putih dalam video itu langsung menampar kepala korban hingga jatuh ke lantai. Ayah korban langsung mendekat dan memperbaiki susunan catur tersebut.

Ayah korban, Agung (27) mengaku sangat mengenal pelaku. Menurutnya, pelaku sering menghabiskan waktu di warkop miliknya untuk bermain catur. Pelaku merupakan seorang dokter di Rumah Sakit Bahagia, Kecamatan Rappocini, Makassar.

“Pengunjung warkop, sering main ke sini. Pejabat Rumah Sakit Bahagia di Minasa Upa,” ujarnya.

Tak terima anaknya dipukul, Agung mengusir pelaku dari warkopnya. Namun, dokter tersebut justru berbalik marah-marah dan mengancam akan melaporkan kejadian itu ke menantunya seorang tentara.

BACA JUGA :   Curhatan Relawan Semeru, Rumini Korban Erupsi Meninggal Berpelukan dengan Ibu

Akibat kejadian itu anaknya mengalami luka di bagian bibir dan mengalami trauma mendalam setelah dibentak oleh pelaku. Agung mengaku sudah minta maaf saat anaknya menghamburkan papan caturnya.

“Terbentur di ujung kursi. Luka di bibir. Jatuh, saya minta maaf pak. Saya atur kembali papan caturnya tapi bapak itu tidak berhenti bentak-bentak dan mengancam segala sampai menangis anakku,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Konsultan Hukum di RSU Bahagia Makassar, Muhammad Fakhruddin membenarkan M merupakan seorang dokter di rumah sakitnya. M juga menjabat sebagai wakil direktur RSU Bahagia.

“Jabatannya wakil direktur, M ini pensiunan dokter PNS, tapi kejadian ini terjadi di luar jam dinas dan tidak berada di rumah sakit,” kata Fakhruddin.

Fakhruddin mengaku pihaknya sudah menemui orang tua korban setelah insiden pemukulan tersebut. Namun, ia menyebut perbuatan M tak ada kaitannya dengan RS Bahagia.

“Tindakan terlapor itu tidak ada hubungannya dengan rumah sakit cuman secara kebetulan dia bekerja di rumah sakit,” ujarnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan