Wajib Akses MyPertamina di HP Saat Isi BBM, Amankah? Begini Penjelasan Pakar

ABOUTSEMARANG – Pemerintah mewajibkan pelanggan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar gunakan aplikasi MyPertamina mulai 1 Juli mendatang. Hal ini menuai beragam respon dari masyarakat salah satunya larangan penggunaan gawai (hp) saat berada di SPBU.

Pasalnya, masyarakat memahami penggunaan ponsel di SPBU adalah dilarang karena dapat menimbulkan radiasi, frekuensi tinggi hingga menyebabkan kebakaran. Peraturan ini banyak terpampang di SPBU Pertamina.

Menurut pengamat gadget Lucky Sebastian, sejauh ini belum ada bukti meyakinkan bahwa HP bisa memicu kebakaran di SPBU.

“Sebenarnya, penggunaan ponsel ditengarai menjadi penyebab kebakaran di SPBU, berangkat dari rumor saja, tanpa pembuktian,” kata Lucky, Rabu (29/6).

Ia menjabarkan bahwa sekitar tahun 1999, ada yang mengklaim sedang mengisi bahan bakar di SPBU. Saat itu ia menerima telepon, kemudian terjadi kebakaran di SPBU. Tanpa penyelidikan lebih lanjut, rumor ini menyebar dan sinyal ponsel dituduh bisa membuat uap bahan bakar tersulut sehingga terjadi kebakaran.

Kemudian tahun 2005, BBC dan surat kabar Guardian, melakukan riset pada klaim mengaktifkan ponsel menyebabkan kebakaran, dan ternyata tidak menemukan bukti.

Sementara itu Dr Adam Burgess dari Universitas Kent, menyelidiki 243 peristiwa kebakaran di SPBU berbagai belahan dunia yang terjadi dalam rentang 11 tahun.
Tidak ada 1 pun yang disebabkan sinyal ponsel,” imbuh Lucky.

Bahkan team Mythbusters yang terkenal, mencoba mereplikasi kebakaran dengan membiarkan uap bahan bakar yang terkumpul dicoba disulut dengan ponsel yang menerima telepon, dan tidak terbukti bisa.

BACA JUGA :   Siap-siap, OPPO Reno 8 Bakal Meluncur di Indonesia Pada Tanggal Ini

Jadi menurut Lucky, anggapan mengaktifkan ponsel bisa menyebabkan kebakaran hanya hoax yg belum bisa dibuktikan. Jadi apa yang menyebabkan kebakaran di SPBU?

“Kebanyakan karena listrik statik. Listrik statik terjadi karena gesekan 2 benda sehingga bermuatan listrik. Bahkan kulit yg bergesekan dengan bahan baju polyester bisa menghasilkan listrik statik,” jelas Lucky

Untuk itu maka disarankan untuk mematikan mesin mobil selama mengisi bahan bakar, untuk menghindari panas dari mesin mobil, dan bagian bergerak mesin yang mungkin saja dari gesekan menghasilkan percikan.

Amankah akses MyPertamina saat isi BBM di SPBU?

Lucky menegaskan bahwa penggunaan data pada ponsel untuk mengakses aplikasi MyPertamina tidak masalah, tetapi menerima panggilan telepon tidak diperbolehkan karena sinyal yang dibutuhkan besar.

“Statement ini juga tidak benar, karena setiap smartphone sudah punya standar batasan pancaran gelombang radio smartphone di dunia, seperti standar FCC Amerika, India, Uni Eropa dll, yang dikenal sebagai SAR, Specific Absorption Rate,” lanjut Lucky.

Batasan SAR ini diperuntukkan bagi kesehatan manusia, di mana pancaran gelombang dari smartphone diserap oleh tubuh manusia. Jika angka SAR melebihi ketentuan di sebuah negara, maka smartphone tersebut tidak boleh beredar.

Angka SAR ini menurut standar Amerika 1.6W/kg, menunjukkan gelombang sinyal yang sangat kecil saat melakukan panggilan telepon, sehingga tidak memungkinkan untuk memantik kebakaran. Jadi menggunakan smartphone saat bertransaksi digital di SPBU aman-aman saja.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pertamina juga memberikan penjelasan yang sama yakni larangan penggunaan ponsel di SPBU hanya untuk panggilan telepon saja dengan alasan mencegah adanya percikan api yang bisa menimbulkan kecelakaan.

Lucky mengajak masyarakat untuk mengartikan lambang dilarang mengaktifkan ponsel di SPBU, adalah jangan bermain smartphone saat mengisi bahan bakar di SPBU, agar tidak terdistraksi sehingga tidak membuat antrean semakin panjang.

BACA JUGA :   Pertamina Sebut Penyalahgunaan dan Penimbunan BBM Bersubsidi Rugikan Masyarakat

Hal itu perlu dilakukan agar di SPBU kita sadar dan siap, petunjuk meteran pengisian kalau sudah mau penuh atau selesai, menyiapkan pembayaran, memilih jalur antrian yang benar, dan sebagainya.

(atn)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan