Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Ungkap Kepercayaan ODHA jadi Kunci Penanganan AIDS

ABOUTSEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, kepercayaan orang dengan HIV/AIDS menjadi kunci keberhasilan penanganan AIDS di suatu daerah.

“Kunci masuk penanganan AIDS itu adalah bagaimana mendapat kepercayaan ODHA. Teman-teman ODHA membutuhkan komunikasi dan kepercayaan, dukungan moral kita kepada mereka,” kata Wagub saat membuka Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) se-Jateng di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Semarang, Senin (28/11).

Menurut Wagub, sebelum melakukan penanganan, para petugas harus bisa mendapatkan kepercayaan orang dengan HIV/AIDS terlebih dulu agar Program 3 Zero (zero penularan, zero kematian, zero diskriminasi) bisa terwujud pada tahun 2030.

Selain itu, petugas medis juga perlu diberi arahan dalam menangani ODHA sehingga dengan pemahaman yang tepat, maka petugas medis bisa lebih optimal memberikan layanan kesehatan.

Lebih lanjut, Wagub meminta akses informasi layanan kesehatan kepada ODHA harus diperbanyak dan jelas supaya yang bersangkutan memperoleh informasi yang cukup.

“Ini juga harus kami beri informasi penanganan ODHA seperti prosedur pemberian obat seperti ini dan seterusnya. Saya benar-benar ingin rumah sakit atau puskesmas yang sudah memberikan layanan HIV ini prosedurnya harus benar-benar disampaikan kepada pihak-pihak rumah sakit. Supaya kalau ada pasien atau aduan seperti ini dapat cepat segera lakukan penanganan,” ujarnya.

Orang nomor dua di Jateng itu juga meminta agar para petugas kesehatan, KPA, serta lembaga swadaya masyarakat terkait melakukan jemput bola terhadap ODHA sebab ada beberapa persoalan seperti akses jalan, tidak adanya identitas ODHA yang harus diselesaikan.

BACA JUGA :   Taj Yasin Hadiri MHQ dan MTQ Ponpes Sulaimaniyah, Minta Ponpes Saling Hormati Perbedaan Sanad

“Dengan upaya jemput bola, ODHA bisa ditangani lebih optimal,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar menambahkan, hingga saat ini jumlah ODHA di Jateng mencapai 42 ribu orang.

Dari jumlah tersebut baru 14.528 orang yang diketahui aktif mengkonsumsi Antiretroviral (ARV).

Pemprov Jateng , lanjut dia, terus berupaya memberikan layanan kepada ODHA melalui 1.086 layanan konseling yang tersedia di 35 kabupaten/kota.

Dirinya menyebut masih diperlukan optimalisasi kinerja agar ODHA bisa mendapatkan akses ARV secara mudah.

“Masih perlu dilakukan peningkatan layanan. Kita perlu memperkuat koordinasi lintas tugas dan lintas sektor untuk perkuat koordinasi KPA kabupaten/kota,” ujarnya.(***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan