Wanita Penjual Ikan Selundupkan Sabu di Pelabuhan Tanjung Emas, Disembunyikan di Mesin Kipas Angin

ABOUTSEMARANG – Seorang penjual ikan warga Kabupaten Sampang Provinsi Jawa Timur berinisial W (32 tahun) didapati menyelundupkan narkotika jenis sabu di mesin kipas angin gantung.

Aksi tersangka W ini terendus Tim Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang curiga isi di dalam paket dari Malaysia expedisi JKS, Informasi tersebut langsung ditindak lanjuti oleh Ditresnarkoba Polda Jateng dengan melakukan controlled delivery terhadap paket tersebut ke alamat tujuan di Desa Bleben Jawa Timur.

Direktur Resnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian menerangkan jika kasus ini merupakan jaringan narkotika Malaysia dengan barang bukti berupa paket yang akan dikirim melaui jalur penerbangan dari Malaysia menuju Jawa Timur tepatnya di Madura melalui Kota Semarang.

“Dari hasil profiling ditemukan barang yang mencurigakan, kami langsung turun ke lapangan untuk melihat langsung dan mengecek barang tersebut diduga narkotika amphetamine jenis sabu,” katanya saat pers rilis di Kantor Direktorat Narkotika Polda Jateng, Senin (19/7).

Setelah petugas melakukan pemeriksaan ditemukan barang tersebut adalah narkotika jenis sabu.

Tak membutuhkan waktu lama, Petugas menangkap tersangka W yang diduga merupakan jaringan Internasional Malaysia-Indonesia pada hari Jumat (9/7). Tersangka dan barang bukti langsung dibawa ke Polres Pamekasan.

Saat paket dibongkar ditemukan mesin kipas angin gantung yang didalamnya terdapat 13 (tiga belas) paket Narkotika jenis sabu seberat 1.002,21 gram.

“Kita temukan di dalamnya bungkusan sebanyak 13 yang dibungkus kertas karbon untuk mengelabuhi petugas saat di cek dengan sinar X-Ray,” terangnya.

Setelah kita buka di dalamnya ada plastik dan beberapa butiran berwarna putih, kita coba dengan alat tes di lapangan ternyata benar bahwa barang tersebut adalah jenis Narkotika Golongan 1 amphetamine atau kita kenal dengan jenis sabu,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa tersangka sebelumnya disuruh oleh N untuk menerima dan menanda tangani resi penerimaan paket.

“N ini melarikan diri namun sudah kita terbitkan surat DPO dan akan kami tindaklanjuti dengan jajaran di wilayah Jawa Timur,” jelasnya.

Rencananya bungkusan tersebut akan di distribusikan di wilayah Jawa dan Madura.

“Kita berkomitmen bersama untuk memberantas narkoba dalam bentuk apapun karena narkoba ini adalah musuh negara yang bisa membahayakan generasi penerus,” tutupnya.

Sementara Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPP BC) Tipe Madya Pabean (TMP) Tanjung Emas, Anton Martin menerangkan bahwa barang haram tersebut dicurigai ketika melewati proses profiling di bandara.

“Yang namanya jaringan narkoba bisa dari mana-mana oleh karena itu kita kawal dari pintu masuk ke wilayah kita,” katanya.

Tersangka kini diancam dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp.8.000.000.000 (delapan milyar rupiah). (ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan