Yahya Waloni Ditangkap, Mabes Polri Belum Tetapkan Tersangka

ABOUTSEMARANG – Penceramah Muhammad Yahya Waloni ditangkap Bareskrim Mabes Polri. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, Yahya Waloni ditangkap di rumahnya di kawasan Cibubur, Kamis (26/8) pukul 17.00 WIB.

Penangkapan penceramah yang dikenal keras dalam menyampaikan dakwah ini dibenarkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.

“Ya benar,” kata Rusdi saat dikonfirmasi di Jakarta dikutip dari Antara, Kamis (26/8).

Rusdi menyebutkan penangkapan Yahya Waloni terkait konten ceramahnya yang bermuatan ujaran kebencian serta mengandung SARA.

“Terkait ujaran kebencian berdasarkan SARA,” ujar Rusdi.

Saat ditanya apakah Yahya Waloni telah ditetapkan sebagai tersangka, Rusdi mengatakan masih menunggu informasi dari penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

BACA JUGA: Penangkapan Youtuber Muhammad Kece Penghina Nabi Muhammad Saat Sembunyi di Bali 

“Nanti akan dijelaskan, saya masih menunggu data dari Bareskrim,” kata Rusdi.

Yahya Waloni dilaporkan oleh komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme ke Bareskrim Polri soal dugaan penistaan agama terhadap Injil.

Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM. Yahya Waloni dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA) pada Selasa (27/4).

Dalam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. Dalam video ceramah itu, Yahya Waloni menyampaikan bahwa Bible tak hanya fiktif, tapi juga palsu.

Di dalam LP tersebut, keduanya disangkakan dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 A juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Pasal 156a KUHP.

Sebelumnya, Polri kemarin juga menangkap Murtadin Muhammad Kece dengan dugaan ujaran kebencian dan SARA dalam konten yang diunggah di YouTube.

Yahya Waloni, seorang mualaf, dalam cemarahnya yang beredar di YouTube juga dituding berisi ujaran kebencian dan bermuatan SARA.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan