Zona Merah Jateng Berkurang Menjadi 19 Daerah, Ganjar Ungkap Hal ini

ABOUTSEMARANG – Zona merah Jateng berkurang dari sebelumnya 25 daerah menjadi 19 kabupaten/kota.

Daerah yang masih berisiko tinggi atau Zona merah Jateng yakni Klaten, Kota Semarang, Purworejo, Kendal, Batang, Kabupaten Semarang, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Brebes, Pati, Rembang, Kota Pekalongan, Sukoharjo, Kebumen, Kota Tegal, Pemalang, Karanganyar, dan Sragen.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjelaskan jika untuk kasus aktif tertinggi terjadi di Kota Semarang (1.852 kasus), Klaten (1.554 kasus), Banjarnegara (1.415 kasus), Kendal (1.349 kasus) dan Kebumen (1.251 kasus).

”Sementara untuk kasus baru tertinggi terdapat di Semarang, Pemalang, Kendal, Klaten dan Banjarnegara,” uungkap Ganjar dikutip Suara Merdeka, Selasa (13/7).

Untuk angka keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR), Ganjar mengatakan, saat ini sudah cukup bagus. BOR ICU yang sempat tinggi pada minggu lalu, saat ini sudah turun di angka 77,83 persen. Sementara tempat tidur isolasi juga turun menjadi 85,07 persen.

”BOR-nya membaik. Kemarin kami sempat deg-degan, maka saya minta teman-teman bupati/wali kota menambah ruang ICU dan isolasi. Sekarang sudah membaik, tapi saya tetap meminta dilakukan penambahan dan dibuat skenario dukungan rumah sakit darurat,” terangnya.

Selain persoalan zona merah Jateng, Ganjar juga mengatakan pihaknya terus mengupayakan pemenuhan oksigen dan obat-obatan.

Untuk oksigen, pihaknya telah membuat Satgas Oksigen dan meminta seluruh rumah sakit punya person in charge (PIC) yang mengurus soal itu.

“Selain itu kami juga meminta mereka mengisi aplikasi Jateng Oksigen Stok System (Joss). Tadi saya juga rapat dengan seluruh pemangku kepentingan terkait oksigen agar semua bekerja sama untuk memenuhi,” jelasnya.

Terkait obat-obatan, Ganjar meminta Kemenkes menambah beberapa jenis obat-obatan di pasaran. Sebab laporannya, banyak dokter yang merekomendasikan obat tertentu, namun langka di pasaran.

”Saya sudah mengirimkan pesan ke Pak Menkes agar ditambah. Ya siapa tahu obat-obatan itu manjur dan mengurangi angka kematian,” pungkasnya. (ard/sm)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan